Dalam kunjungan tersebut, beliau menggelar pertemuan dengan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di kampus setempat.
Dialog terbuka, yang langsung di hadapan puluhan mahasiswa Fakultas Ekonomi, Muhidin menyampaikan bahwa dirinya telah memperjuangkan program bantuan KIP Kuliah bagi ratusan mahasiswa Universitas Tadulako sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Tahap awal ini sudah ada 75 mahasiswa di Fakultas Ekonomi, 75 di FKIP, dan 50 di FISIP yang menerima KIP Kuliah. Desember nanti akan menyusul tambahan 100 mahasiswa lagi, sehingga totalnya mencapai 300 penerima tahun ini, " ujar Muhidin.
Politisi Partai Golkar ini menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan bantuan pendidikan tersebut.
"Tahun depan kita targetkan menambah lagi hingga 500 penerima baru. Semua nama yang sudah diusulkan dari kampus telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, " jelasnya.
Muhidin menambahkan, program KIP Kuliah merupakan salah satu instrumen penting untuk mewujudkan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Ia berharap para mahasiswa yang menerima bantuan tersebut dapat memanfaatkannya secara optimal untuk meraih prestasi akademik dan segera menyelesaikan studinya.
"Dengan KIP Kuliah ini, orang tua mahasiswa tidak lagi terbebani biaya. Karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, berprestasi, dan cepat selesai, " pesan Muhidin disambut tepuk tangan mahasiswa.
Kunjungan tersebut juga menjadi ajang dialog inspiratif antara legislator senior asal Sulawesi Tengah ini dengan para mahasiswa, yang menyampaikan aspirasi seputar dunia pendidikan, beasiswa, dan peluang kerja bagi lulusan muda.(*/mch)
Editor : Muchsin Siradjudin