RADAR PALU – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Sulawesi Tengah, terus meningkatkan pembinaan terhadap para Pustakawan yang ada di Kota Palu.
“Kami terus melakukan peningkatan kapasitas dan kualitas kepada Pustakawan di Kota Palu ini, “ kata Kepala Dinas (Kadis) Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Drs. Syamsul Saifudin, MM, yang ditemui Radar Palu saat memeringati Hari Pustakawan, yang diperingati setiap 7 Juli, setiap tahunnya, Senin (07/07/2025).
“Tentu saja pembinaan yang kami lakukan terhadap sekolah-sekolah di wilayah kewenangan kita, yaitu di tingkatan SD dan SMP negeri maupun swasta. Kecuali SMA, itu bukan kewenangan kami. Itu kewenangan Provinsi, “ ujar Syamsul.
Pembinaan pustakawan SD dan SMP, kata Syamsul sudah dilakukan sejak tahun 2021 yang lalu. Dengan tagline “Perpustakaan adalah Jantungnya Sekolah” pembinaan masif dilakukan. Meski jantungnya ini banyak yang rusak. Justeru itu harus dibenanhi dan diperbaiki.
“Kita bertekad tidak akan menambah lagi yang rusak. Kita harus memperbaikinya, “ tegasnya.
Permasalahan yang kerap terjadi, karena banyak perpustakaan di SD, SMP, dan Taman Baca Masyarakat (TBM) tidak memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dan tata Kelola perpustakaan yang tidak sesuai dengan norma, standart, prosedur dan kriteria (NSPK) perpustakaan. Sehingga harus dilakukan pembinaan.
“Alhamdulillah untuk tahun ini cukup banyaklah yang kita lakukan pembinaan di sekolah-sekolah. Bahkan saat ini ada beberapa SMA meminta melakukan pembinaan kepada kami. Kami mengiyakan tetapi harus ada Memorandum of Understanding (MoU)-nya dulu, “ seru Syamsul.
Sejauh ini, para pustakawan telah melakukan pendataan secara IT, dengan target yang ingin dicapai adalah Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), dengan berbasis data perpustakaan masing-masing yang ada di wilayah Kota Palu.
“Maka dengan pembinaan itulah, kita bisa menginput data-data semua perpustakaan sekolah, termasuk perguruan tinggi, “ sebutnya.
Karena itu, IPLM Kota Palu terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2022 IPLM kita masih berada di 50-an poin kategori kurang. Kemudian di tahun 2023 naik menjadi 85,45 poin. Kategori baik. Selanjutnya pada tahun 2024, IPLM Kota Palu naik lagi menjadi 91,10 poin. Kategori sangat baik.
“Dari seluruh Kabupaten dan Kota se Sulawesi Tengah IPLM kami yang tertinggi, “ ungkap Syamsul.
Saat ini Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu baru memiliki dua orang Pustakawan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), dan empat orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Diperkuat dengan beberapa ASN yang beralih menjadi fungsional, dan baru bergabung di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu.
Menurut mantan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu ini, idealnya pustakawan yang akan memperkuat Perpustakaan Daerah Kota Palu sebanyak 45 orang. Karena itu dinas sudah mengusulkan penambahan pustakawan berstatus ASN termasuk pustakawan sekolah ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palu sebanyak 168 orang.
“Kami sudah mendapatkan rekomendasi dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk mendapatkan pustakawan baru, “ bebernya.
Dinamika pustakawan Kota Palu sangat bergairah, telah membentuk group komunikasi melalui aplikasi WhatsApp (WA) sesama pustakwan yang dikoordinir oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu.
“Dalam peningkatan kapasitas pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan telah melakukan pembinaan. Salah satu upaya yang dilakukan membuat jaringan komunikasi melalui WA group. Disitu kita berbagi informasi. Menanyakan aktifitas dan kegiatan. Bila ada yang mengalami kesulitan misalnya dalam pengelolaan buku dia bisa telepon juga chat ke kami. Dan bisa coaching klinik disini. Ini pembinaan rutin yang kami berikan kepada pustakawan, “ pungkasnya.(mch)
Editor : Muchsin Siradjudin