RADAR PALU - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu akan menambah dua unit armada pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan kebakaran dan penyelamatan. Penambahan ini telah mendapat persetujuan DPRD Kota Palu dan disiapkan untuk memperkuat pelayanan di wilayah timur. Selasa, (20/10/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Penindakan Damkarmat Kota Palu, Farhan Hafid, mengatakan penambahan armada dilakukan menyikapi meningkatnya kejadian kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Sekarang ini kasus kebakaran lebih banyak mengarah ke lahan atau karhutla. Atas dasar itu kami menginisiasi bersama DPRD untuk melakukan penambahan armada,” ujarnya.
Baca Juga: Polda Sulteng Kembali Gerebek Kayumalue Siang Hari, Terduga Pelaku dan Barang Bukti Nihil
Selain mengantisipasi karhutla, pengadaan kendaraan baru bertujuan meremajakan armada operasional yang sebagian telah berusia belasan hingga dua dekade.
“Armada kami ada yang sudah berumur 15 tahun bahkan ada yang 20 tahun, sehingga perlu dilakukan peremajaan,” katanya.
Saat ini, Damkarmat Kota Palu memiliki sembilan unit armada. Dengan tambahan dua kendaraan, jumlahnya akan meningkat menjadi 11 unit untuk mendukung penanganan kebakaran.
Baca Juga: HUT Humas Polri, Polda Sulteng Gelar Donor Darah dan Bakti Sosial
Damkarmat juga merencanakan pembangunan pos baru di wilayah timur Kota Palu. Selama ini, pos pemadam kebakaran berada di Taweli dan Palu Barat.
“Kami mempunyai pos di Taweli dan Palu Barat. Dengan adanya tambahan armada ini, rencananya akan dibangun satu pos lagi untuk wilayah timur,” jelas Farhan.
Kawasan Tondo dan Mamboro menjadi pertimbangan lokasi pos baru. Wilayah Palu Timur dan Mantikulore juga menjadi perhatian karena dinilai rawan kebakaran.
Baca Juga: IMIP Distribusi Air Bersih, Bantu Warga Terdampak Kekeringan
“Yang paling rawan saat ini berada di wilayah Palu Timur dan Mantikulore. Dengan adanya pos baru ini, waktu respons yang sebelumnya sekitar 10 menit diharapkan bisa turun menjadi sekitar tujuh menit,” ungkapnya.
Selain pemadaman, layanan penyelamatan atau rescue juga menjadi perhatian Damkarmat. Kepala Seksi Penyelamatan Damkarmat Kota Palu, Beni Arifrianto, mengatakan laporan masyarakat mencakup evakuasi hewan hingga orang yang terjebak di dalam ruangan.
“Sekarang semua laporan terkait penyelamatan banyak masuk ke Damkar. Mulai dari evakuasi hewan, cincin yang tersangkut, hingga orang yang terjebak di dalam ruangan,” ujarnya.
Baca Juga: Sekda Palu Ajak ASN Tingkatkan Literasi Keuangan dan Waspadai Praktik Ilegal
Beni mengatakan kebutuhan peralatan penyelamatan semakin meningkat. Damkarmat saat ini mengoperasikan command center selama 24 jam dengan laporan rescue mencapai lima hingga enam kejadian sehari. Petugas juga terus melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hingga tingkat RT dan RW agar penambahan fasilitas diikuti peningkatan kesiapsiagaan.
Editor : Annisa Wibdy