RADAR PALU - Bantuan armada pengangkut sampah dari PT Citra Palu Minerals (CPM) belum sepenuhnya menjawab kebutuhan persampahan di Kota Palu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu masih melihat perlunya penambahan kendaraan untuk memperkuat pelayanan kebersihan di lapangan.
Kepala DLH Kota Palu, Mohamad Arif, S.STP., M.Si, mengatakan kebutuhan armada pengangkut sampah masih cukup besar. Meski demikian, pihaknya tetap mengapresiasi bantuan yang diberikan PT CPM melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Hal itu disampaikan Arif dalam wawancara usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Palu, Kamis (1/10/2026). Menurutnya, DLH sebelumnya memang telah mengajukan dukungan melalui program CSR perusahaan untuk membantu penguatan armada persampahan.
Baca Juga: H. Nanang Soroti Paripurna DPRD Palu Jadi Tempat Sampaikan Keluhan, Minta Komunikasi Pemkot Diperkua
Arif mengatakan bentuk bantuan yang diberikan perusahaan tetap perlu disyukuri dan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kebersihan. DLH, kata dia, tidak berada pada posisi untuk menuntut bentuk bantuan tertentu di luar kemampuan perusahaan.
“Kami sempat meminta bantuan melalui CSR. Apa pun bentuk bantuan yang diberikan, kami syukuri,” demikian inti keterangan Mohamad Arif dalam wawancara usai Paripurna di gedung DPRD Palu, Kamis 1/10/26.
Terkait mekanisme pelaporan bantuan CSR kepada DPRD Kota Palu, Arif menyebut bantuan yang bersifat umum pada prinsipnya disampaikan kepada publik dan Pemerintah Kota Palu.
Baca Juga: Ulfa Soroti Keselamatan Pelajar, Minta Petugas Lalu Lintas Disiagakan di Sekolah Jalur Poros Palu
“Kalau bantuan yang sifatnya umum, biasanya disampaikan kepada publik dan pemerintah kota,” ujarnya.
Bantuan armada tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah PT CPM menyerahkan 48 unit kendaraan operasional pengangkut sampah kepada Pemkot Palu dalam momentum HUT ke-48 Kota Palu, Minggu (27/9/2026). Penyerahan secara simbolis dilakukan General Manager External Affairs PT CPM, Amran Amier, kepada Wali Kota Palu Hadianto Rasyid.
Namun, bentuk bantuan tersebut kemudian mendapat sorotan dari Anggota Komisi C DPRD Kota Palu, Alfian Chaniago. Ia mempertanyakan perubahan jenis kendaraan karena dalam pembahasan sebelumnya bersama Komisi C dan DLH, kebutuhan yang dibicarakan adalah kendaraan pengangkut sampah roda empat (R4), bukan roda tiga (R3).
Baca Juga: DPRD Palu Setujui Perubahan Jadwal Paripurna, Agenda Pemberhentian Wakil Ketua dari NasDem Masuk
Alfian menyebut kebutuhan yang sebelumnya disampaikan mencapai 24 unit kendaraan R4. Jika jumlah tersebut dinilai terlalu besar, DPRD masih membuka opsi minimal 10 unit R4 untuk mendukung pelayanan persampahan.
Menurut Alfian, sejumlah wilayah di Kota Palu seperti Poboya, Kawatuna, Talise Valangguni, Talise dan Lasoani masih membutuhkan armada R4. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian dalam pemenuhan kebutuhan kendaraan pengangkut sampah.
Di sisi lain, Mohamad Arif menegaskan kebutuhan penambahan armada tetap ada. Namun, pengadaan maupun penambahan kendaraan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan kondisi Kota Palu agar pelayanan persampahan dapat berjalan secara optimal serta berkelanjutan.
Baca Juga: Tokoh Gereja Dukung Penuh Kerja Dakwah Prof Zainal Abidin Merawat Toleransi Sulawesi Tengah
Dengan adanya bantuan dari PT CPM, armada kebersihan Kota Palu mendapat tambahan kendaraan operasional. Meski demikian, DLH menilai kebutuhan armada belum sepenuhnya terpenuhi sehingga penambahan kendaraan masih diperlukan untuk memperluas dan memperkuat jangkauan pelayanan persampahan di lapangan.
Editor : Annisa Wibdy