Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Buktikan Komitmen Lingkungan Berbuah Prestasi Nasional

Rony Sandhi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:59 WIB
Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian kepada Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid memberikan penghargaan dalam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Batch II Tahun 2026 Regional IV Sulawesi di Makassar, Jumat (18/9/2026).(Istimewa)
Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian kepada Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid memberikan penghargaan dalam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Batch II Tahun 2026 Regional IV Sulawesi di Makassar, Jumat (18/9/2026).(Istimewa)

RADAR PALU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kota Palu di tingkat nasional. Di tahun 2026, Pemerintah Kota Palu menerima Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian kepada Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, S.E., dalam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Batch II Tahun 2026 Regional IV Sulawesi di Makassar, Jumat (18/9/2026).

Jika dilihat lebih dalam, penghargaan ini bukan hanya tentang piala. Ini tentang kepemimpinan. Di tangan Wali Kota Hadianto Rasyid, isu sampah yang selama ini dianggap masalah pinggiran, kini diangkat menjadi isu utama pembangunan kota.

Baca Juga: Pemkot Palu Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas 

Kepemimpinan yang Mengubah Paradigma Sampah

Apresiasi ini diberikan kepada daerah yang dinilai berkinerja unggul, inovatif, dan berdampak nyata. Untuk Regional Sulawesi, pengelolaan sampah dan lingkungan asri menjadi fokus.

Kategorinya tidak main-main. Yang dinilai adalah komitmen mewujudkan pengelolaan sampah terpadu dan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Mulai dari pengelolaan sampah, kualitas lingkungan hidup, efektivitas program, hingga inovasi yang kreatif, kolaboratif dan berkelanjutan.

Ini sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang didorong Kemendagri, dengan penanganan sampah menyeluruh dari hulu ke hilir melalui prinsip 3R dan pelibatan masyarakat.

Baca Juga: IUP Galian C Tabrak RTH, Pemkot Palu Siapkan Evaluasi Tata Ruang 

Wali Kota Hadianto paham betul, pengelolaan lingkungan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Butuh kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, dan komunitas. Dan itulah yang ia bangun di Palu.

Rp1,5 Miliar Sebagai Modal Budaya Baru

Atas raihan tersebut, Kota Palu menerima bantuan pemerintah sebesar Rp1,5 miliar untuk memperkuat program pengelolaan sampah dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Bantuan ini adalah modal besar. Namun modal yang lebih besar adalah pesan yang disampaikan Wali Kota Hadianto: "Ini momentum memperkuat budaya menjaga lingkungan dan mendorong partisipasi masyarakat. Kota Palu terus bergerak, berbenah, dan membuktikan bahwa komitmen terhadap lingkungan dapat menghasilkan prestasi hingga di tingkat nasional."

Baca Juga: Pemkot Palu Diminta Perkuat Kesiapsiagaan dan Edukasi Pencegahan Kebakaran 

Pernyataan itu menegaskan bahwa tujuan akhir bukan sekadar penghargaan. Tujuan akhirnya adalah budaya. Budaya warga Palu yang menjaga lingkungan.

Tugas kita bersama sekarang adalah menjaga momentum ini. Jangan biarkan penghargaan dari Makassar ini hanya menjadi pajangan di lemari. Jadikan sebagai pengingat bahwa ketika pemimpin memiliki komitmen dan warga ikut berkolaborasi, Kota Palu mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.***

 

*) Oleh: Yusuf Wempy – Pemerhati Sosial

 

Editor : Rony Sandhi
Apresiasi pemerintah daerah Hadianto Rasyid kota palu Lingkungan Hidup pengelolaan sampah