Insurance Day AAUI Palu Resmi Dibuka, Dorong Literasi Asuransi di Sulteng

MOH FATHAHILA • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 14:17 WIB
Foto Bersama Sekaligus Pemotongan Tumpeng Sebagai Penanda atau Peresmian Pembukaan Acara Insurance Day, Minggu (20/09/2026). FOTO: MOH FATHAHILA
Foto Bersama Sekaligus Pemotongan Tumpeng Sebagai Penanda atau Peresmian Pembukaan Acara Insurance Day, Minggu (20/09/2026). FOTO: MOH FATHAHILA

RADAR PALU — Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Dr. Rusmiadi, resmi membuka rangkaian Insurance Day 2026 yang digelar Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Palu di Kantor Askrindo Palu, Minggu (20/9/2026).

Pembukaan Insurance Day ditandai dengan jalan santai yang diikuti peserta dari berbagai instansi dan perusahaan asuransi se-Sulawesi Tengah. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sejumlah cabang olahraga, seperti padel, badminton, dan tenis meja.

Insurance Day 2026 mengusung tema “Satu Dedikasi untuk Keamanan Aset Bangsa.” Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan AAUI yang rangkaiannya berlangsung sejak September hingga acara puncak pada Oktober 2026.

Baca Juga: Maulid IKA PMII Sulteng, Prof. Zainal Abidin Ajak Umat Rawat Islam yang Penuh Rahmat

Ketua AAUI Palu, Ibnu Rama Hiddan All Edden, mengatakan pelaksanaan Insurance Day tidak hanya menjadi ajang kebersamaan bagi insan perasuransian, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Insurance Day ini adalah acara setiap tahun yang kita hadirkan dari AAUI, baik dari pusat maupun cabang. Rangkaiannya dimulai dari bulan September hingga nanti di puncak acara di bulan Oktober 2026,” kata Ibnu.

Dalam sambutannya, Ibnu juga menyoroti tantangan peningkatan literasi asuransi. Ia menyebut tingkat literasi asuransi pada 2026 berada di angka 42,84 persen, turun dari 45,46 persen pada 2025.

Baca Juga: Beda Latar Belakang, Reny Lamadjido Ajak Warga Sulteng Tetap Bersaudara

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan masih perlunya upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial, baik bagi keluarga, pelaku UMKM maupun perekonomian secara luas.

“Angka ini mengingatkan kita bahwa masih ada tugas besar di depan mata. Asuransi seharusnya tidak lagi menjadi produk sekunder untuk kebutuhan dasar pelindung finansial bagi seluruh keluarga, pelaku UMKM, maupun roda perekonomian secara makro,” ujarnya.

Selain persoalan literasi, industri asuransi juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kebijakan dan regulasi, penerapan PSAK, kondisi makroekonomi hingga persaingan pasar yang semakin ketat.

Baca Juga: Dorong Wartawan Kompeten, JMSI Agendakan Gelar UKW

Ibnu menilai kondisi tersebut membutuhkan sinergi antarsektor untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi serta menunjukkan manfaat nyata perlindungan asuransi.

Sementara itu, Ketua Panitia Insurance Day, Muhamad Rais Pakaya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara industri asuransi, pemerintah, dan masyarakat.

“Melalui kegiatan Insurance Day  ini, kami berharap dapat mempererat sinergi antara industri asuransi, pemerintah, dan masyarakat,” kata Rais.

Baca Juga: Mengenal Tiga Puncak Jalur Pendakian di Kawasan TN Lore Lindu yang Masih Ditutup

Rangkaian kegiatan Insurance Day akan dilanjutkan dengan berbagai agenda, termasuk kegiatan olahraga dan sosial. Acara puncak dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kebersamaan insan asuransi sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Tengah.***

 

Editor : MOH FATHAHILA
AAUI Palu Insurance Day 2026 Asuransi Sulawesi Tengah Industri Asuransi sulteng