RADAR PALU - Pemerintah Kota Palu mendorong peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum memperkuat nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal itu disampaikan Staf Ahli Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kota Palu, Moh Fahri, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palu di Kantor PWNU Sulawesi Tengah, Jalan Lasoso, Kota Palu, Sabtu (12/9/2026).
Fahri mengatakan, Maulid Nabi tidak seharusnya dimaknai sebatas kegiatan seremonial atau tradisi tahunan. Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk kembali merefleksikan perjalanan hidup dan keteladanan Rasulullah SAW.
Baca Juga: IMIP Bangun 9 Km Drainase Beton di Jalan Trans Sulawesi Morowali, 3.083 U-ditch Terpasang
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial atau tradisi tahunan. Maulid merupakan momentum bagi kita untuk kembali mengenang perjalanan hidup Rasulullah SAW, sekaligus mengambil pelajaran dari akhlak, keteladanan, perjuangan, kesabaran, dan kepemimpinan beliau,” ujar Fahri.
Ia menyebut sejumlah nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti kejujuran, amanah, kasih sayang, persaudaraan, kepedulian terhadap sesama, serta sikap menghargai perbedaan, masih sangat relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Menurut Fahri, nilai tersebut menjadi semakin penting bagi Kota Palu yang dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Persaudaraan dan toleransi dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Baca Juga: Kebakaran 4 Hektare Lahan Terjadi di Pusungi, Tojo Una-Una
“Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW sangat relevan dengan kehidupan kita di Kota Palu yang masyarakatnya hidup dalam keberagaman. Semangat persaudaraan, toleransi, dan kepedulian harus terus kita jaga sebagai modal utama dalam membangun kota yang lebih baik,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai penguat komitmen bersama dalam membangun Kota Palu. Pembangunan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan kemajuan fisik.
Fahri menilai pembangunan karakter dan moral masyarakat juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hubungan sosial dan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Pegadaian Gelar Lomba Mewarnai, Dorong Kreativitas Anak
Ia berharap semangat Maulid Nabi dapat menjadi energi moral bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, kepedulian, serta keharmonisan di Kota Palu.
Kegiatan peringatan Maulid tersebut turut dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Palu, Ketua PCNU Kota Palu bersama jajaran pengurus, Ketua MUI Kota Palu, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, para habaib, pimpinan organisasi keagamaan, camat, lurah, serta tamu undangan lainnya.
Fahri berharap nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah SAW tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata sehingga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Palu yang semakin maju, harmonis, dan berdaya saing.
Baca Juga: Longsor Terjang Tambang Emas Dongi-Dongi, Penambang Dilaporkan Luka-Luka
Editor : Annisa Wibdy