RADAR PALU - Pemerintah Kota Palu mulai mengarahkan dana program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) untuk membenahi pengelolaan sampah dari hulu. Pengadaan armada dan penguatan TPS3R menjadi prioritas untuk menahan sampah sejak dari rumah tangga.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir, mengatakan anggaran tersebut akan diarahkan pada pengelolaan sampah dari sumber. TPS3R, bank sampah, hingga sarana penampungan di tingkat rumah tangga menjadi instrumen utama dalam strategi tersebut.
"Arahan tahun ini lebih banyak ke hulu, yaitu menahan sampah dari tingkat rumah tangga, dengan instrumen TPS3R, bank sampah dengan bak-bak yang ada di rumah tangga," kata Ibnu kepada Radar Palu, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Kebakaran Mengintai di Musim Kemarau, Camat-Lurah Palu Diminta Perkuat Edukasi
Strategi tersebut diarahkan untuk mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). DLH menargetkan sekitar 50 persen sampah dapat dikelola sejak dari sumber, sehingga sampah yang dibawa ke TPA nantinya hanya berupa residu.
"Bagaimana sampah bisa terkelola dengan penuh, sehingga nanti yang sampai di TPA betul-betul hanya residu saja" cetusnya
Untuk menunjang sistem tersebut, Pemkot akan menyiapkan penambahan sarana pengangkutan. Ibnu menyebut pengadaan diarahkan untuk menutup kekurangan armada yang masih ada, disertai penguatan fasilitas pengelolaan sampah di tingkat kawasan.
Baca Juga: Kemarau Panjang, Wali Kota Palu Ajak Warga Bermunajat Lewat Salat Istisqa
"Kita fokus arahkan ke pengadaan untuk armada yang masih kurang. 22 untuk R4, R6 sekitar 8 untuk masing-masing kecamatan, dan R3 sejumlah 10 dulu" pungkasnya. ***
Editor : Annisa Tri Yusnida