RADAR PALU – Masjid Jami’ Al-Hidayah, Jalan Mulawarman No. 1, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.
Kegiatan tahunan tersebut berlangsung khidmat dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat se-Kelurahan Besusu Barat, mulai dari majelis taklim, pengurus RT/RW hingga seluruh kelompok padat karya.
Peringatan tersebut menghadirkan Prof. KH. Zainal Abidin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, yang menyampaikan hikmah Maulid kepada jamaah.
Baca Juga: Ketua Majelis Wali Adat Semprit Pihak yang Tarik-tarik Adat ke Masalah Pidana
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami’ Al-Hidayah, Muhammad Wahab Marawali, mengatakan Maulid menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menggali kembali keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid bukan sekadar kegiatan tahunan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, ini menjadi momentum bagi kita untuk kembali melihat keteladanan Rasulullah dan berusaha menerapkan nilai-nilai yang beliau ajarkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wahab. Kamis, (3/9/2026).
Ia menyebut kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, keadilan dan kepedulian merupakan nilai yang perlu terus dihidupkan. Dalam berbagai literatur keislaman, Rasulullah SAW ditempatkan sebagai uswatun hasanah, sehingga kecintaan kepada beliau semestinya diwujudkan melalui perilaku dan kepedulian terhadap sesama.
Baca Juga: Nany Widjaja Wajib Tanggungjawab Kerugian PT JFC Rp 21 M hingga Harta Pribadi
Wahab menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan warga. Menurutnya, masjid harus hadir sebagai ruang yang mempersatukan masyarakat, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sosial.
“Masjid harus terus menjadi tempat yang mempersatukan. Melalui kegiatan seperti Maulid ini, kita berharap silaturahmi semakin kuat, kepedulian terhadap sesama semakin tumbuh, dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga suasana yang aman, damai dan harmonis,” katanya.
Camat Palu Timur, Gunawan, memberikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan Maulid tersebut. Ia menilai keterlibatan seluruh unsur masyarakat Kelurahan Besusu Barat menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun kebersamaan dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Baca Juga: Bupati Morut Bentuk Grup Khusus Karhutla, Kades Wajib Lapor Harian
Menurutnya, kolaborasi majelis taklim, RT/RW, kelompok padat karya serta berbagai elemen masyarakat dalam satu kegiatan keagamaan mencerminkan semangat gotong royong yang perlu terus dipelihara di tengah kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami’ Al-Hidayah diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, menjaga persaudaraan dan menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.***
Editor : Mugni Supardi