RADAR PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kelas I Palu rutin melakukan tes aktivasi sirene tsunami setiap tanggal 26 setiap bulannya.
Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan peralatan sirene tsunami dapat berfungsi sekaligus menjadi bagian dari kesiapsiagaan sistem peringatan dini tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, mengatakan kegiatan aktivasi sirene tidak hanya dilakukan di Sulawesi Tengah. Pengujian serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia yang memiliki peralatan sirene tsunami milik BMKG.
Baca Juga: Kecelakaan di Morowali: Toyota Calya Tabrak Motor, Dua Orang Meninggal
“Stasiun Geofisika Kelas I Palu itu setiap tanggal 26, setiap bulannya, melakukan tes aktivasi sirene tsunami,” kata Djati saat ditemui di Taman GOR Palu, Rabu (26/8/2027).
Untuk Kota Palu, lanjut Djati, terdapat satu sirene tsunami milik BMKG yang berada di kawasan Taman GOR. Sementara itu, terdapat tiga sirene lainnya yang dipasang melalui proyek BNPB dengan bekerja sama dengan BPBD Kota Palu.
Tiga titik tersebut berada di kantor Kelurahan Silae, kantor Kelurahan Talise, serta SDN 1 Lere di Jalan Selalu.
Baca Juga: Ekonomi Hijau Segera Jadi Perda, DPRD Sulteng Dorong Usaha Ramah Lingkungan
“Kalau untuk sirene yang milik BMKG, ini hanya ada di Taman GOR Kota Palu. Kemudian ada tiga sirene yang dipasang BNPB bekerja sama dengan BPBD Kota Palu,” jelasnya.
Djati menjelaskan, pelaksanaan aktivasi setiap tanggal 26 berkaitan dengan sejarah bencana gempa dan tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu dasar dilakukannya pemasangan peralatan sirene tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. Untuk sirene milik BMKG yang berada di Taman GOR Palu, pemasangannya dilakukan sekitar 2013.
Baca Juga: Soroti Isu Demonstrasi 27 Agustus, Ketua AFKUBI Imbau Warga Jaga Kondusivitas dan Tolak Provokasi
“Kalau terkait dengan aktivasi dilaksanakan di tanggal 26, itu karena kita melihat kejadian gempa dan tsunami Aceh tahun 2004, yang itu pada tanggal 26 Desember,” ujarnya.
Menurut Djati, pengujian sirene tsunami di Kota Palu telah dilakukan secara rutin sejak sekitar 2013. Aktivasi tersebut dilakukan setiap tanggal 26 sebagai bagian dari pengujian rutin terhadap sistem peringatan dini tsunami.
“Sudah sejak tahun 2013, tanggal 26 kami melakukan aktivasi sirene,” pungkasnya.***
Editor : MOH FATHAHILA