DP3A Palu Dorong Perempuan Kuasai Public Speaking, Bukan Sekadar Pandai Bicara

Annisa Tri Yusnida • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:43 WIB
DP3A Kota Palu mendorong perempuan menguasai kemampuan public speaking untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas komunikasi. FOTO : Annisa Tri Yusnida
DP3A Kota Palu mendorong perempuan menguasai kemampuan public speaking untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas komunikasi. FOTO : Annisa Tri Yusnida

 

RADAR PALU - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu mendorong perempuan meningkatkan kemampuan public speaking sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kepercayaan diri perempuan.

Kepala DP3A, Royke Abraham mengatakan, program yang mereka jalankan tidak diarahkan sekadar untuk membuat peserta mampu berbicara di depan umum. Kemampuan public speaking dinilai perlu dibarengi kemampuan menyesuaikan cara berkomunikasi dengan situasi dan lawan bicara.

“Public speaking itu bukan hanya MC atau motivator. Kita juga wajib menguasai itu,” kata Royke pada Radar Palu, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: HUT RI ke-81 di Tengah Laut, KM Darma Kencana V Gelar Lomba untuk Penumpang

Menurutnya, kemampuan untuk tampil dan berbicara di depan publik membutuhkan bekal dan latihan, bahkan teknik untuk dapat merespons suatu pertanyaan atau topik secara cepat dan tepat.

Royke menilai, kemampuan tersebut amat penting, terutama bagi perempuan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Cara menyampaikan pesan harus dibuat lebih elegan sehingga dapat diterima dengan baik oleh publik.

"Berbicara depan umum itu tidak mudah, harus dibekali ilmu. Bagaimana dalam 5 detik bisa menjawab atau menemukan kata yang ingin diucapkan" terangnya

Baca Juga: Ralf Beste Tiba di Palu, Dubes Jerman Dipasangkan Siga Kaili

Selain kemampuan komunikasi, para perempuan diarahkan untuk mendorong aktualisasi diri dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

“Tujuannya itu untuk aktualisasi diri, dia lebih percaya diri, kemudian bisa lebih baik lagi di dalam performa dia, juga dalam tingkah laku baik di dalam maupun di luar acara,” jelasnya

DP3A juga membuka peluang memperluas program pelatihan public speaking ke lebih banyak organisasi perangkat daerah (OPD) hingga masyarakat.

Baca Juga: Ranperbup Rencana Kerja Toli-Toli 2027 Diharmonisasi Kemenkum Sulteng

Menurut Royke, kebutuhan kemampuan berbicara di depan publik tidak hanya dimiliki aparatur atau kalangan tertentu. Masyarakat juga membutuhkan keterampilan tersebut dalam berbagai aktivitas.

“Masyarakat itu juga memerlukan public speaking, bukan cuma kita,” tandasnya. ***

Editor : Annisa Tri Yusnida
DP3A public speaking pelatihan perempuan pemberdayaan perempuan