RADAR PALU - Persoalan armada menjadi salah satu kendala Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dalam menjaga kelancaran pengangkutan sampah. Sejumlah armada mengalami kerusakan sehingga rute pelayanan harus disesuaikan sementara waktu.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir menyebut, kondisi tersebut membuat armada yang masih beroperasi harus saling menutupi rute yang terdampak
"R5 dan R6 itu lima armada lain sementara bermasalah, trouble. Sehingga saling silang terhadap rute yang ada. Jadi sementara proses perbaikan seperti itu," ujar Ibnu kepada Radar Palu, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Ubah Konsumtif Jadi Produktif, 1.426 Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Ikuti PEKA
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan karena sistem pelayanan persampahan sebelumnya menerapkan pembagian armada di tingkat kecamatan. Penempatan armada di wilayah tersebut awalnya ditujukan agar pelayanan pengangkutan sampah lebih dekat dan efektif.
Namun, ketika sejumlah kendaraan mengalami kerusakan, kata Ibnu, pola tersebut ikut terdampak. Pihaknya pun harus mencari cara agar wilayah yang terdampak tetap mendapatkan pelayanan.
"Harapan awalnya itu kenapa diletakkan di kecamatan supaya lebih mendekat dengan pelayanan. Tapi ternyata mungkin masih mencari celah supaya coverannya itu bisa jauh lebih efektif," jelasnya.
Baca Juga: Guru SMA di Palu Dibekali 8 Kunci Cegah Penyakit Kardiovaskular
Untuk mengantisipasi kekurangan kendaraan, DLH Palu mulai mengkaji opsi menyewa armada sampah. Skema tersebut dinilai dapat menjadi alternatif tanpa harus langsung melakukan pengadaan kendaraan baru
"Kita kaji sekarang penyewaannya, mudah-mudahan bisa. Supaya kalau itu memang terlaksana, maka bisa menghemat pengadaan kendaraan" cetusnya
Dengan sistem sewa, kendaraan tambahan dapat disiapkan sesuai kebutuhan. Ketika armada milik pemerintah mengalami kerusakan, kendaraan sewaan diharapkan bisa langsung digunakan untuk menjaga pelayanan tetap berjalan.
Baca Juga: Konsisten Gelar Donor Darah, DPRD dan PMI Morowali Apresiasi PT IMIP
"Dikatakan sistem sewa itu bisa langsung tergantikan, sehingga tidak ada wilayah yang blank spot," pungkasnya. ***
Editor : Annisa Tri Yusnida