Pasar Lasoani Disarankan Buka Tiap Hari, Disperdagind Palu Siap Lakukan Kajian

Annisa Tri Yusnida • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:10 WIB
Aktivitas perdagangan di Pasar Lasoani, Kota Palu. Disperdagind mengkaji usulan agar pasar tersebut dibuka setiap hari. FOTO : ILUSTRASI AI
Aktivitas perdagangan di Pasar Lasoani, Kota Palu. Disperdagind mengkaji usulan agar pasar tersebut dibuka setiap hari. FOTO : ILUSTRASI AI

 

RADAR PALU - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Palu siap melakukan pembahasan atas saran untuk menjadikan Pasar Lasoani sebagai pasar harian. Rencana tersebut dinilai perlu diputuskan dengan mengkaji dampaknya terhadap aktivitas pasar lain di Kota Palu.

Kepala Disperdagind, Irmawati mengatakan, kajian diperlukan agar pengembangan Pasar Lasoani tidak justru membuat aktivitas perdagangan di pasar lain mengalami penurunan. Ia ingin keberadaan setiap pasar saling melengkapi dan menjadi penyeimbang

Wacana menjadikan Lasoani sebagai pasar harian muncul di tengah upaya pemerintah mengoptimalkan sejumlah pasar di Kota Palu. Disperdagind melihat aktivitas pedagang di sejumlah pasar memiliki keterkaitan, termasuk pedagang yang berjualan di lebih dari satu lokasi.

Baca Juga: BMKG Ungkap Penyebab Gempa M5,9 di Teluk Tomini, Tergolong Dangkal

"Pedagang yang ada di Kota Palu ini kan, ada juga pedagangnya itu yang berjualan di Tapanjuka, yang berjualan di pasar Petobo, bisa juga dia berjualan di Lasoani," ungkap Irma kepada Radar Palu, Jumat (14/8/2026).

Ia menegaskan, keputusan untuk merubah fungsi pasar menjadi harian membutuhkan kajian lebih dahulu. 

Pihaknya perlu melihat kemungkinan dampaknya terhadap pasar-pasar yang selama ini telah menjadi pusat aktivitas perdagangan harian.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,9 Berpusat di Tinombo Parimo, Getaran Dirasakan Sejumlah Wilayah

"Kita harus ada kajian dulu. Jangan sampai dengan menjadikannya menjadi pasar harian, ada dampak, maksudnya pasar-pasar yang lainnya nanti sudah tidak bisa ramai seperti dulu," katanya

Menurutnya, pengembangan Pasar Lasoani sebagai pasar harian harus ditempatkan dalam konteks penataan perdagangan Kota Palu secara keseluruhan, bukan hanya mengejar peningkatan aktivitas di satu pasar.

Ia ingin pasar-pasar di Kota Palu tidak berkembang sebagai kompetitor yang saling mematikan. 

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Wilayah Barat Daya Parigi Moutong

Sebaliknya, masing-masing pasar diharapkan memiliki fungsi sebagai penyeimbang dalam aktivitas perdagangan dan pembentukan harga.

"Antara pasar yang satu dan lainnya tidak jadi kompetitor, tetapi menjadi penyeimbang agar harga bisa stabil," pungkasnya. ***

Editor : Annisa Tri Yusnida
Pasar Lasoani Pasar Harian Pasar Palu Pemkot Palu Disperdagind Palu