RADAR PALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja akan menata pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Taman Mabere. Penataan diarahkan agar kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri dengan produk UMKM yang berbeda dari tempat lainnya.
Pemerintah tidak ingin Taman Mabere hanya menjadi lokasi berkumpulnya pedagang. Setiap pelaku usaha diharapkan mampu menghadirkan produk yang memiliki ciri khas sehingga kawasan tersebut mempunyai identitas dan alasan bagi masyarakat untuk datang.
Kepala Bidang UMKM, Muhammad Fadly menilai, produk yang dijual UMKM perlu memiliki pembeda. Pelaku usaha tidak cukup hanya mengikuti jenis usaha yang sudah banyak ditemukan di lokasi lain
Baca Juga: Pasar Modern di Palu Dorong Pedagang Gunakan QRIS
"Kami akan koordinasikan dengan teman-teman pariwisata. Kalau bisa UMKM nya bukan hanya sekadar yang menjual bakso bakar, atau yang bisa ditemukan di tempat lain, harus ada sesuatu yang menarik" kata Fadly pada Jumat (14/8/2026).
Ia menyebut, penataan UMKM di Taman Mabere nantinya tidak hanya berkaitan dengan penempatan pedagang, tetapi juga memastikan usaha yang menempati kawasan tersebut benar-benar aktif dan memiliki prospek untuk berkembang.
"Disana itu berjualan dengan versi yang sederhana, tapi itu bukan masalah. Kami ingin adalah bagaimana ada ciri khas. Kalau pun ada di tempat lain, itu jarang ditemukan" cetusnya
Baca Juga: Keamanan Palu Disorot, Rico Djanggola Minta Polisi Bergerak Cepat
Konsep tersebut diharapkan membuat Taman Mabere memiliki karakter berbeda dibandingkan kawasan UMKM lainnya di Kota Palu.
"Perbedaan itu yang akan kita tonjolkan, karena kalau sudah tren di tempat lain, baru kita ambil ya pasti kalah" tandasnya. ***
Editor : Annisa Tri Yusnida