PT CPM Kembangkan Klaster Jagung di Kawatuna, Siapkan Lahan 7,5 Hektare

MOH FATHAHILA • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:08 WIB
Kelompok Tani Bunga Jagung Kelurahan Kawatuna memulai program pengembangan klaster jagung di Kelurahan Kawatuna, Kamis (13/8/2026). FOTO: WAHONO
Kelompok Tani Bunga Jagung Kelurahan Kawatuna memulai program pengembangan klaster jagung di Kelurahan Kawatuna, Kamis (13/8/2026). FOTO: WAHONO

RADAR PALU – PT Citra Palu Minerals (CPM) bersama Pemerintah Kota Palu dan Kelompok Tani Bunga Jagung Kelurahan Kawatuna memulai program pengembangan klaster jagung di Kelurahan Kawatuna, Kamis (13/8/2026). Program tersebut menjadi bagian dari Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan.

Penanaman perdana dilakukan di atas lahan seluas 7,5 hektare. Kegiatan itu melibatkan kelompok tani, penyuluh pertanian, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu.

General Manager External Affairs and Security PT CPM, Amran Amier, mengatakan penanaman jagung tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Dorong FR Cup Jadi Panggung Atlet Muda Sulteng

“Semoga ini menjadi milestone atau titik pijak bagi kita bersama, antara perusahaan, masyarakat dan Pemerintah Kota Palu untuk menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama,” kata Amran.

Menurutnya, perbedaan sektor usaha tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kerja sama. CPM yang bergerak di sektor pertambangan, kata dia, tetap dapat berkolaborasi dengan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.

Amran menegaskan, kehadiran perusahaan di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan bantuan, tetapi juga melalui program yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Baca Juga: Bosan Diabaikan, Warga Tanauge Mengadu ke DPRD Morut

“Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat dan pemerintah Kota Palu. Ini bukan sekadar kegiatan kemurahan hati, tetapi bagian dari kewajiban kami untuk memberi manfaat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lukman, menjelaskan kawasan tersebut memiliki potensi sekitar 21 hektare. Sebagian lahan, sekitar 4 hingga 5 hektare, tetap dipertahankan untuk tanaman padi, sedangkan lahan lainnya dapat dimanfaatkan untuk jagung dan komoditas hortikultura.

Ia menyebut ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program. CPM telah menyiapkan sekitar 10 titik penampungan air dengan kapasitas masing-masing satu meter kubik guna mengantisipasi kondisi kekeringan.

Baca Juga: Pembangunan Pasar Tradisional Manonda 2 Masuk Tahap Lelang, Ditarget Rampung Desember 2026

“Kalau ada air, petani akan tetap memiliki semangat untuk beraktivitas. Alhamdulillah, kebutuhan penampungan air sudah mendapat dukungan dari PT CPM,” kata Lukman.

Dari sisi pemasaran, Lukman menyebut peluang jagung masih terbuka lebar. Kebutuhan jagung untuk pakan ternak di Kota Palu cukup tinggi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan ratusan ribu ayam petelur.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bunga Jagung Kawatuna, Darwin, mengatakan kelompoknya beranggotakan 15 petani. CPM memberikan dukungan berupa benih, pupuk, herbisida dan insektisida.

“Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini memang sangat kami butuhkan. Mudah-mudahan dukungan seperti ini bisa berkelanjutan,” ujar Darwin.

Baca Juga: Kecelakaan Waopada Tewaskan Warga Parigi Moutong

Lahan yang digunakan untuk penanaman jagung sebelumnya ditanami kacang hijau. Ke depan, pengelolaan tanaman dilakukan secara bergiliran menyesuaikan kondisi lahan dan komoditas yang dikembangkan petani.***

Editor : MOH FATHAHILA
Pertanian Palu Klaster Jagung Kelompok Tani PT CPM Kawatuna