RADAR PALU – Sejumlah warga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, mengaku tidak mengetahui secara pasti sudah berapa lama keluarga korban pembunuhan tinggal di lokasi tersebut.
Informasi yang beredar di tengah warga pun berbeda-beda. Ada yang menyebut korban telah lama menetap di lokasi, sementara warga lainnya mengatakan korban baru sekitar dua minggu tinggal di rumah tersebut.
Salah seorang warga yang akrab disapa Mama Alif mengatakan, ketidakjelasan itu salah satunya karena keberadaan korban tidak pernah dilaporkan kepada pengurus lingkungan setempat.
Baca Juga: Judul Pasar Lasoani Ramai Rabu-Sabtu, Banggar DPRD Palu Usul Buka Setiap Hari
“Begitu kejadian, ada yang bilang dua minggu. Ada yang bilang sudah lama,” ujar Mama Alif saat ditemui Rabu (12/8/2026).
Mama Alif yang diketahui merupakan istri Ketua RT 6/RW 5 itu mengatakan, warga di sekitar lokasi pun tidak begitu mengenal keluarga korban. Bahkan, warga yang tinggal berdekatan dengan rumah tersebut disebut tidak mengetahui secara pasti aktivitas maupun keberadaan korban sehari-hari.
“Sedangkan orang dekat rumahnya saja tidak tahu. Apalagi kalau yang jauh-jauh begini, tidak ada yang tahu,” katanya sembari mengaku bahwa suaminya sedang tidak berada di tempat.
Baca Juga: Pasar Tradisional Manonda Dirancang Tampung 700 Pedagang, Pedagang Pinggir Jalan Bakal Direlokasi
Ia juga mengaku tidak mengetahui kapan tepatnya korban mulai tinggal di lokasi tersebut, termasuk aktivitas mereka selama berada di rumah itu.
Kondisi rumah yang relatif tertutup turut membuat warga kesulitan mengetahui aktivitas di dalamnya. Salah satu hal yang sempat diketahui warga adalah keberadaan ayam di sekitar rumah korban.
Mama Alif mengatakan, dirinya beberapa kali melihat ayam keluar dari rumah tersebut. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti apakah lokasi itu juga digunakan sebagai tempat pemotongan ayam.
Baca Juga: Transaksi QRIS di Sulteng Tembus 47 Juta hingga Juni 2026
“Yang kita tahu ayam saja keluar rumah. Makanya kita bilang ada ayam,” ujarnya.
Informasi mengenai adanya kandang ayam di dalam area rumah korban, lanjut dia, juga hanya berdasarkan apa yang diketahui warga sekitar.
Warga lainnya yang enggan disebutkan namanya mengaku bahkan tidak mengetahui siapa pemilik rumah tersebut maupun identitas para korban sebelum peristiwa pembunuhan terjadi. Menurutnya, rumah tersebut sehari-hari tertutup sehingga aktivitas di dalamnya tidak mudah terlihat dari luar.
Sementara itu, penyelidikan kasus pembunuhan satu keluarga tersebut masih berlanjut. Hingga Rabu (12/8), polisi belum berhasil menemukan dan mengamankan pelaku. Motif di balik aksi pembunuhan yang menewaskan satu keluarga tersebut juga masih dalam penyelidikan.
Baca Juga: Puluhan Madrasah di Sulteng Mangkrak, Balai PUPR Disorot
Polisi sebelumnya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa serta mencari petunjuk yang dapat mengarah kepada pelaku.***
Editor : MOH FATHAHILA