Radar Palu – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu berencana membangun Pasar Tradisional Manonda di kawasan bekas Terminal Manonda. Pasar tersebut dirancang untuk menampung sekitar 700 pedagang, termasuk pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Palu, Irmawati Alkaf mengatakan, pembangunan pasar tersebut diharapkanp dapat menjadi solusi untuk menata aktivitas perdagangan yang selama ini berada di sekitar kawasan Manonda.
“Direncanakan dengan memuat 700 pedagang. Jadi pedagang-pedagang yang di seputaran impres, yang biasanya agak mengganggu arus lalu lintas, bisa kita akomodir masuk ke dalam,” ujar Irmawati.
Baca Juga: Pasar Tavanjuka Masih Sepi, Rustia Tompo Pertanyakan Langkah agar Kembali Ramai
Menurutnya, pedagang yang menjadi sasaran penataan antara lain pedagang tidak tetap atau pedagang insidentil yang selama ini berjualan di sepanjang pinggir jalan termasuk sejumlah pedagang seperti tomat dan lombok.
Ia menyebut keberadaan pedagang di sepanjang jalan tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga dapat membahayakan pedagang maupun pengguna jalan.
Dengan adanya pasar baru tersebut, pedagang diharapkan dapat berjualan di tempat yang lebih tertata dan aman.
Baca Juga: 232 Warga Binaan Lapas Luwuk Diusulkan Terima Remisi HUT ke-81 RI
“Kalau di pinggir jalan bisa saja mereka mengalami bahaya karena ada kendaraan. Memang seharusnya berjualan itu di dalam pasar,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan rencana pembangunan Pasar Manonda 2 bukan berada di bawah penganggaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Anggaran pembangunan disebut melekat pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu.
Ia berharap setelah pasar tersebut selesai dibangun, seluruh pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan dapat menempati lapak yang telah disediakan.
Baca Juga: Isu Impor Udang, Alarm Kuat Daya Saing Industri Udang Nasional
“Dengan terbangunnya nanti Pasar Manonda 2 atau apalah namanya nanti, mudah-mudahan pedagang kita sudah bisa menempatkan lapak yang lebih bagus sehingga mereka berjualan juga dengan tenang,” tuturnya.
Selain penataan pedagang, ia juga mengimbau para pedagang nantinya ikut menjaga kebersihan lingkungan pasar. Menurutnya, keberadaan pasar yang tertata perlu diikuti dengan kesadaran pedagang dalam menjaga lingkungan.***
Editor : MOH FATHAHILA