Radar Palu - Kepedulian terhadap lingkungan terus didorong melalui berbagai kegiatan kreatif. Salah satunya dengan mengajak masyarakat menukarkan botol plastik bekas dengan sejumlah barang dalam kegiatan yang digelar di 4U, samping Kantor Wali Kota Palu, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar oleh PT CPM bersama mahasiswa Universitas Abdul Aziz. Ketua panitia dari pihak PT CPM, Dian Delimagfirah, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni.
"Ini salah satu kegiatan pengisi di Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kita mengadakan kampanye atau sosialisasi kepada masyarakat terkait pengolahan limbah plastik dan pemanfaatan limbah domestik," kata Dian.
Baca Juga: Morowali dan Morowali Utara Harus Perjuangkan Hak DBH 8 Persen, Bukan Sekadar Status Daerah Pengolah
Selain pengelolaan limbah plastik, kegiatan tersebut juga mengenalkan pemanfaatan limbah domestik untuk pembuatan pupuk, seperti eco enzyme dan M4. Mereka juga memperkenalkan sistem aquaponik yang menggabungkan konsep akuakultur dan hidroponik.
Dian menjelaskan, sistem aquaponik memanfaatkan ikan dan tanaman dalam satu ekosistem. Air yang digunakan untuk ikan kemudian dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan tanaman sayuran.
Sementara itu, masyarakat yang membawa botol plastik bekas juga mendapatkan sejumlah barang sebagai bentuk apresiasi. Dua botol plastik bekas dapat ditukarkan dengan notebook, tiga botol mendapatkan satu set sendok, sedangkan empat botol mendapatkan tumbler.
Baca Juga: Hari Pengayoman ke-81, Kemenkum Sulteng Dekatkan Layanan Hukum
Menurut Dian, pemberian tumbler tersebut juga menjadi bagian dari kampanye mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
"Kenapa kita punya tumbler? Karena bertujuan untuk mengurangi limbah plastik, khususnya botol plastik," jelasnya.
Botol-botol plastik yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan ke bank sampah untuk diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna, seperti paving block dan produk lainnya.
Baca Juga: Semarak Hari Pengayoman ke-81, Kemenkum Sulteng Gelar Fun Walk Bersama Masyarakat
Salah satu warga yang ikut menukarkan botol plastik, Abar Jansanjaya, mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut setelah melihat informasinya melalui Instagram.
"Saya melihat postingan di Instagram. Menurut saya ini menarik karena baru kali ini ada ide kreatif, menukarkan botol Aqua atau botol plastik dengan sejumlah barang, salah satunya tumbler," kata Abar.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan dampak positif karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sekaligus mendorong kebiasaan mendaur ulang.
Baca Juga: Data Sepekan Karhutla di Sulteng, Lebih 240 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar
Abar menilai pengolahan sampah plastik penting dilakukan karena material tersebut membutuhkan waktu lama untuk terurai secara alami.
"Plastik itu susah diurai oleh tanah. Makanya kita sangat membutuhkan daur ulang plastik, baik dengan teknologi terkini maupun bioteknologi. Tentu partisipasi pemerintah juga diperlukan untuk membantu proses daur ulang botol plastik," pungkasnya.***
Editor : MOH FATHAHILA