Dari Lahan Terbengkalai, Taman RTH Mebere Lasoani Jadi Ruang Publik

MOH FATHAHILA • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 17:18 WIB
Lahan yang Semula Terbengkalai Kini Berubah Menjadi Taman RTH Mebere di Kelurahan Lasoani, Jumat (07/08/2026). FOTO: MOH FATHAHILA
Lahan yang Semula Terbengkalai Kini Berubah Menjadi Taman RTH Mebere di Kelurahan Lasoani, Jumat (07/08/2026). FOTO: MOH FATHAHILA

RADAR PALU– Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mebere di Kelurahan Lasoani, Kota Palu, dibangun di kawasan yang sebelumnya terbengkalai dan memiliki mata air. Kawasan tersebut kemudian diusulkan untuk dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau dan dibangun pada 2024.

Hal tersebut disampaikan oleh Lurah Lasoani, Jumat (7/8/2026). Pembangunan taman bermula dari kondisi kawasan yang sebelumnya terbengkalai. Pihak kelurahan kemudian mengusulkan pemanfaatan kawasan tersebut kepada Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid.

“Itu merupakan salah satu sejarah dulu sampai dibangun itu taman itu. Karena di taman itu dulu terbengkalai dan di situ ada mata air,” kata Erwin.

Baca Juga: Pengunjung Keluhkan Fasilitas Taman RTH Mebere, Toilet hingga Sarana UMKM Masih Kurang

Ia mengatakan, usulan tersebut kemudian mendapat arahan dari Wali Kota agar pihak kelurahan membuat alasan pengajuan untuk diserahkan kepada pemerintah daerah. Selanjutnya, pembangunan RTH tersebut dapat dianggarkan oleh pemerintah.

“Kemudian kami mengusulkan kepada Bapak Wali Kota Palu sehingga taman ini bisa direhab,” ujarnya.

Taman tersebut dibangun pada 2024 dengan anggaran Pemerintah Kota Palu sekitar Rp1,6 miliar. Saat ini, kawasan taman dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti tempat duduk, spot foto, rumah pohon, serta fasilitas listrik.

Baca Juga: Safri Kritik Logika Kepmen ESDM 157: Jangan Hilirisasi Dibanggakan, Hak Fiskal Daerah Diabaikan

Selain menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, taman tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Kelurahan sebelumnya menggunakan kawasan itu untuk pertemuan dengan masyarakat, pemilihan ketua RT, hingga kegiatan keagamaan seperti halal bihalal.

Saat ini, belum ada rencana pengembangan lebih lanjut karena keterbatasan anggaran. Upaya untuk menarik lebih banyak pengunjung dilakukan melalui penempatan pelaku UMKM dan pagelaran musik di kawasan taman.

Baca Juga: Bupati Morut Cek Jalan Lemo-Salubiro yang Rusak Parah

“Bagi pemerintah kelurahan untuk taman tersebut, mudah-mudahan pengunjungnya makin bertambah. Dengan adanya ini kegiatan UMKM yang ada ini, dan pagelaran musik, sehingga pengunjung di situ makin bertambah,” harapnya.***

Editor : MOH FATHAHILA
RTH Mebere Taman Kota Palu Ruang publik umkm Lasoani