RADAR PALU – Ribuan jamaah memadati Kompleks Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (8/8/2026). Haul ke-5 Alhabib Saggaf bin Muhammad Aljufri menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan, pendidikan, dan keteladanan yang diwariskan ulama kharismatik tersebut.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak para pencinta dan murid Habib Saggaf tidak berhenti mengenang sosok ulama tersebut. Ia meminta nilai-nilai perjuangan yang ditinggalkan Habib Saggaf terus diterapkan dalam kehidupan.
Menurut Anwar, ilmu merupakan salah satu warisan penting yang ditinggalkan Habib Saggaf kepada umat. Ilmu, kata dia, harus menjadi dasar dalam mengambil keputusan dan mendorong perubahan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Golkar Morut Bidik Kursi Bupati 2030
“Habib Saggaf telah memberikan contoh yang sangat tinggi, yaitu betapa ilmu menjadi panglima bagi kehidupan kita,” ujar Anwar dalam sambutannya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan ilmu sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, termasuk dalam mendorong kemajuan Sulawesi Tengah.
“Mari kita jadikan ilmu sebagai panglima untuk melakukan perubahan besar dalam kehidupan, termasuk membawa daerah yang kita cintai ini ke arah yang lebih baik,” katanya.
Baca Juga: Kebijakan DHE SDA 50 Persen Perlu Pertimbangkan Likuiditas dan Daya Saing Industri Sawit
Anwar juga membagikan kenangan saat pertama kali bertemu Habib Saggaf. Pertemuan itu terjadi ketika dirinya bersilaturahmi sebelum mencalonkan diri sebagai Bupati Morowali.
Saat itu, Anwar datang dengan niat meminta doa kepada Habib Saggaf. Namun, ia belum sempat menyampaikan maksud tersebut hingga akhirnya mendapat pesan yang hingga kini masih diingatnya.
“Setelah pilkada kita urus Alkhairaat,” kata Anwar mengenang pesan Habib Saggaf saat dirinya berpamitan.
Bagi Anwar, pesan tersebut menggambarkan perhatian besar Habib Saggaf terhadap keberlanjutan Alkhairaat. Habib Saggaf dinilainya bukan hanya sebagai ulama, tetapi juga sosok yang memiliki pandangan luas terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan, pemerintahan, dan pembangunan.
“Habib Saggaf telah meninggalkan kita, tetapi beliau masih terus ada dalam kehidupan kita melalui ilmu, nasihat, dan perjuangan yang beliau wariskan,” ujarnya.
Karena itu, Anwar mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat Alkhairaat agar mampu berkembang dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi bangsa.
Baca Juga: Ketidakpastian Regulasi Bisa Hambat Investasi Sawit
Ia berharap dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan untuk membawa Alkhairaat menjadi salah satu lembaga pendidikan besar di Indonesia.
“Mari kita bergandengan tangan menjadikan Alkhairaat sebagai salah satu lembaga pendidikan terbesar di Indonesia,” pungkasnya.
Haul tersebut turut dihadiri Ketua Umum PB Alkhairaat Mohsen Aliydrus, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, para habaib dan ulama, Forkopimda, kepala OPD lingkup Pemprov Sulawesi Tengah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.***
Editor : Muhammad Awaludin