RADAR PALU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu memastikan penebangan dua pohon di kawasan Taman GOR merupakan bagian dari program revitalisasi dan peremajaan vegetasi, Sebagai bentuk penggantian, DLH telah melakukan penanaman kembali pohon jenis pule di Jalan Sisingamangaraja.
Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Mundzir, menjelaskan penebangan dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis untuk menjaga kesehatan pohon dalam jangka panjang. Menurutnya, pohon yang terlalu rimbun berisiko mengalami gangguan pertumbuhan hingga memicu penyakit busuk batang.
"Penebangan ini merupakan kebijakan DLH sebagai bagian dari peremajaan cabang dan pembentukan tajuk pohon agar lebih kuat serta sehat. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk menghindari potensi penyakit busuk batang apabila tajuk terlalu rimbun," tulis Ibnu kepada Radar Palu, Jumat (7/8/2026)
Baca Juga: Pegiat Sejarah Soroti Penebangan Pohon Taman GOR : Bukan Sekadar Pohon, Tapi Monumen Ingatan Kot
Ia menegaskan proses tersebut merupakan bagian dari revitalisasi kawasan Taman GOR agar vegetasi tetap terawat dan mampu memberikan fungsi ekologis secara optimal.
Sebagai bentuk kompensasi atas penebangan tersebut, ia mengatakan jika DLH melakukan penanaman pohon jenis pulai/pule di Jalan Sisingamangaraja. Penanaman kembali ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan tutupan hijau sekaligus memperkuat penghijauan di kawasan perkotaan.
"Ada penanaman kembali pohon jenis pule di Jalan Sisingamangaraja sebagai ganti" tekannya
Baca Juga: Pohon di Taman GOR Palu Ditebang, DLH Sebut Bagian dari Peremajaan
Ia juga memastikan seluruh hasil pemangkasan dimanfaatkan kembali sehingga tidak menjadi limbah. Batang pohon akan diolah menjadi berbagai produk kerajinan, sedangkan daun dan ranting akan diproses menjadi kompos di lokasi pembibitan.
"Dari hasil pangkasan, batangnya akan diolah menjadi kerajinan dan daunnya akan diolah menjadi bahan pembuatan kompos di lokasi pembibitan" jelasnya
Pemanfaatan hasil pemangkasan tersebut menjadi bagian dari upaya pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan. Selain mengurangi limbah, kompos yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembibitan dan penanaman pohon di berbagai kawasan Kota Palu. ***
Editor : Annisa Tri Yusnida