RADAR PALU – Penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Palu dinilai harus dibarengi dengan kebijakan yang memberikan perlindungan terhadap pelaku usaha lokal. Salah satu caranya ialah dengan mengatur pembagian jenis usaha antara UMKM dan usaha besar agar tidak saling mematikan.
Pakar Ekonomi Universitas Tadulako, Patta Tope, mengatakan pemerintah perlu memastikan usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan pelaku UMKM tetap menjadi ruang usaha mereka. Menurutnya, jika produk yang selama ini dijual pelaku usaha kecil juga dipasarkan oleh usaha besar, maka daya saing UMKM akan semakin melemah.
"Kalau misalnya kacang yang selama ini dijual pedagang kecil juga dijual di supermarket, penjual kacang bisa mati. Begitu juga penjual ikan atau penjual nasi kuning. Karena itu harus ada pemihakan," ujarnya, Kamis (30/07).
Baca Juga: Hari Pengayoman Ke-81, Kemenkum Sulteng Tebar Kepedulian di Sejumlah Panti Asuhan
Patta menegaskan keberadaan usaha besar seperti minimarket bukan menjadi persoalan. Namun, pemerintah perlu mengatur dengan jelas jenis usaha yang dapat dijalankan oleh usaha besar maupun UMKM agar keduanya tidak saling bersaing secara langsung.
"Bukan berarti Indomaret atau Alfamidi harus ditutup, tetapi isi usahanya harus dipisah. Mana yang boleh dijual oleh usaha besar dan mana yang tetap menjadi ruang usaha kios-kios kecil. Jadi saling melengkapi, bukan saling membunuh," katanya.
Selain perlindungan terhadap ruang usaha, Patta menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting dalam mendorong UMKM berkembang. Pelaku usaha, menurutnya, harus dibekali kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui berbagai pelatihan, khususnya di bidang digitalisasi.
Baca Juga: APINDO Sulteng Minta Evaluasi Kebijakan RKAB Tahunan demi Iklim Investasi
Di sisi lain, ia mengingatkan kenaikan harga bahan baku masih menjadi tantangan bagi UMKM. Kenaikan biaya produksi akan mendorong harga jual meningkat dan berpotensi menurunkan daya beli masyarakat apabila tidak diimbangi dengan pengendalian inflasi.
Meski demikian, Patta optimistis prospek UMKM, khususnya sektor kuliner di Kota Palu, masih sangat menjanjikan. Pertumbuhan jumlah penduduk dan ekonomi diyakini akan meningkatkan permintaan terhadap produk kuliner sehingga membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
"Yang paling penting itu SDM. Sekarang eranya digitalisasi, jadi UMKM harus diarahkan mengikuti pelatihan-pelatihan, terutama terkait digitalisasi," tuturnya.***
Editor : MOH FATHAHILA