Tak Hanya Beri Modal, Pemkot Palu Genjot Akses Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Annisa Tri Yusnida • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 19:38 WIB
Produk UMKM yang dipajang di etalase sebagai bentuk dukungan bagi perluasan akses pemasaran. FOTO : ILUSTRASI AI
Produk UMKM yang dipajang di etalase sebagai bentuk dukungan bagi perluasan akses pemasaran. FOTO : ILUSTRASI AI

 

RADAR PALU - Pemerintah Kota Palu terus memperluas akses pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya meningkatkan daya saing produk lokal. Strategi yang ditempuh tidak hanya melalui promosi di berbagai pameran, tetapi juga penyediaan gerai khusus, pemasaran di bandara hingga pelatihan penjualan berbasis marketplace. 

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Zulkifli menyebut, perluasan pasar menjadi salah satu fokus utama pendampingan terhadap pelaku usaha. Pemerintah berupaya memastikan produk UMKM tidak hanya diproduksi, tetapi juga memiliki akses pemasaran yang lebih luas.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah menghadirkan Baruga Vatulemo yang dibangun sebagai ruang promosi sekaligus pemasaran produk lokal. Selain itu, produk UMKM juga rutin diperkenalkan dalam berbagai pameran yang digelar pemerintah daerah maupun kegiatan di luar Kota Palu.

Baca Juga: Mentan Amran Tegaskan KDMP Pangkas Ruang Middleman, Margin Perdagangan Kembali ke Petani dan Konsumen

"Di setiap pameran yang dilaksanakan pemerintah daerah maupun kegiatan di luar daerah, kami terus mempromosikan produk UMKM dan IKM Kota Palu," ujarnya kepada Radar Palu, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, akses pemasaran juga dibuka melalui stan khusus di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri. Produk-produk UMKM dipasarkan melalui gerai Dekranasda Kota Palu sebagai etalase bagi produk unggulan daerah yang dapat dijangkau wisatawan maupun masyarakat dari luar daerah.

Keberadaan stan tersebut merupakan inisiasi Dekranasda Kota Palu untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal sekaligus meningkatkan nilai jual hasil karya pelaku UMKM.

Baca Juga: PKKMB FMIPA Untad Bekali 540 Mahasiswa Baru dengan Edukasi Mitigasi Bencana

"Di bandara kita juga punya ruang promosi lewat Dekranasda, disitu produk UMKM dipasarkan" katanya

Tak berhenti pada pemasaran secara langsung, ia juga mendorong transformasi digital bagi pelaku usaha melalui pelatihan penggunaan marketplace. Dalam program tersebut, UMKM dibekali kemampuan memasarkan produk secara daring agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Pelatihan dilakukan bersama inkubator bisnis dengan materi mulai dari strategi pemasaran digital hingga peningkatan kapasitas usaha, sehingga pelaku UMKM tidak hanya bergantung pada penjualan secara konvensional.

Baca Juga: BOSDA Sulteng Naik 3 Kali Lipat, Disdik Ingatkan Hak Siswa Berkebutuhan Khusus Jangan Terabaikan

"Tidak hanya offline, kami juga ajarkan cara memasarkan produk secara online lewat marketplace, ini teman-teman inbis yang mengajarkan" jelasnya

Zulkifli berharap segala bentuk strategi yang diterapkan mampu membantu UMKM bertahan sekaligus berkembang di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Melalui kombinasi promosi offline dan pemasaran digital, produk-produk lokal diharapkan semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. ***

Editor : Annisa Tri Yusnida
Pemasaran Digital Akses Pasar UMKM Palu Dinas UMKM marketplace