Antrean Truk Disebut Halangi Lapak Pedagang Bendera di Jaelangkara

MOH FATHAHILA • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 17:44 WIB
Lapak Pedagang Bendera Jalan Jaelankara Palu, Rabu (29/07). FOTO: MOH FATHAHILA
Lapak Pedagang Bendera Jalan Jaelankara Palu, Rabu (29/07). FOTO: MOH FATHAHILA

RADAR PALU – Antrean truk di sekitar SPBU Jalan Jaelangkara, Kota Palu, disebut menghalangi lapak pedagang bendera merah putih yang mulai ramai menjelang HUT ke-81 RI.

Pedagang mengaku kondisi tersebut turut mengganggu akses calon pembeli yang hendak berhenti di lokasi penjualan.

Salah seorang pedagang bendera, Ani, mengatakan penjualan tahun ini belum seramai tahun-tahun sebelumnya. Padahal, peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus semakin dekat.

Baca Juga: PKKMB FISIP Untad 2026, Angkat Kearifan Lokal Kaili

Ani mengaku sudah sekitar empat bulan berjualan di kawasan Jalan Jaelangkara. Sebelumnya, dia juga berjualan di lokasi yang masih berada di kawasan tersebut.

“Biasanya tanggal seperti ini sudah ramai, terutama dari kantor-kantor. Sekarang masih sepi, mudah-mudahan nanti masuk Agustus mulai ramai,” ujar Ani, Rabu (29/7).

Menurut Ani, antrean truk di sekitar SPBU menjadi salah satu kondisi yang mengganggu aktivitas jualannya.

Baca Juga: Penolakan Warga Warnai Sensus Ekonomi Palu, BPS Pastikan Data Rahasia

Kendaraan yang mengantre disebut memenuhi sebagian badan jalan, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi itu, kata Ani, membuat calon pembeli kesulitan untuk berhenti di sekitar lapaknya.

“Yang mengganggu itu mobil truk yang antre. Orang jadi malas lewat sini, apalagi kalau sore sampai malam, macet bukan main,” katanya.

Ani juga menyebut kendaraan yang mengantre beberapa kali menghalangi akses menuju lapaknya. Bambu pembatas yang dipasang di depan tempat berjualan bahkan disebut beberapa kali tertabrak kendaraan.

Baca Juga: Konjen Australia di Makassar Dukung Penguatan Bahasa Inggris Takalar

Ia mengatakan waktu mulai munculnya antrean kendaraan belakangan juga lebih awal dibanding sebelumnya.

“Dulu pernah setengah enam baru masuk. Sekarang jam dua siang sudah mulai antre lagi,” ujarnya.

Menurut Ani, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu pedagang bendera. Pedagang lain yang berjualan di sepanjang Jalan Jaelankara juga disebut ikut merasakan dampaknya ketika lalu lintas mulai padat.

“Bukan cuma saya yang terganggu, semua pedagang di sepanjang sini juga kena dampaknya. Kalau sore sampai malam macet sekali,” ucapnya.

Baca Juga: Dinas UMKM Palu Permudah Akses Modal dan Legalitas Usaha, Pengajuan Bisa Lewat Sangupalu

Ani berharap antrean kendaraan dapat ditata sehingga tidak menghalangi akses ke lapak pedagang maupun mengganggu kelancaran lalu lintas.

Ia juga berharap kondisi tersebut tidak berlarut hingga memasuki periode penjualan bendera yang biasanya meningkat menjelang 17 Agustus.

Keluhan tersebut merupakan keterangan dari pedagang mengenai kondisi di sekitar lapak mereka. Berita ini tidak menyimpulkan adanya pelanggaran oleh pengelola SPBU maupun pihak tertentu.***

Editor : MOH FATHAHILA
Pedagang Bendera 17 Agustus jalan jaelangkara kota palu hut ri