RADAR PALU – Festival Buya Subi 2026 dinilai memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata Sulawesi Tengah. Tak hanya Donggala sebagai lokasi utama kegiatan, Kota Palu ikut merasakan efeknya melalui kunjungan wisatawan dan aktivitas industri perhotelan.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah menyebut sejumlah wisatawan mancanegara yang datang untuk mengikuti Festival Buya Subi memilih menginap di hotel di Kota Palu.
Hal tersebut disampaikan perwakilan PHRI Sulawesi Tengah, Buntoro, yang juga General Manager Hotel Santika Palu, saat diwawancarai, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Bus Trans Palu Setop 6 Hari, Ada Maintenance dan Evaluasi Layanan
Buntoro mengatakan pihaknya menerima rombongan wisatawan asal Australia yang menginap di hotel sebelum mengikuti rangkaian kegiatan Festival Buya Subi di Donggala.
“Kami menerima rombongan wisatawan asal Australia yang menginap di hotel. Setelah itu mereka mengikuti kegiatan di Donggala dan juga menyempatkan diri berkeliling Kota Palu serta mengunjungi berbagai destinasi wisata dan tempat makan lokal,” ujarnya.
Menurut Buntoro, dampak festival tidak berhenti pada tingkat hunian hotel. Pergerakan wisatawan juga berpotensi menggerakkan sektor restoran, UMKM, ekonomi kreatif hingga penjualan oleh-oleh.
Baca Juga: Polisi Ungkap Korban Sempat Ambil Motor di Rumah Terduga Pelaku Sebelum Insiden Pembunuhan di Duyu
Festival Buya Subi sekaligus menjadi momentum promosi bagi Sulawesi Tengah. Wisatawan yang datang dapat mengenal langsung destinasi, kuliner, serta berbagai aktivitas wisata di Palu dan Donggala.
“Kalau kegiatan seperti ini terus dilaksanakan, dampaknya pasti positif. Secara tidak langsung daerah kita semakin dikenal, termasuk di Australia, sehingga peluang kunjungan wisatawan ke depan akan semakin besar,” katanya.
Meski begitu, Buntoro mengakui pengembangan pariwisata Sulawesi Tengah masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya meningkatkan daya saing destinasi agar mampu bersaing dengan daerah lain yang memiliki lebih banyak objek wisata unggulan.
Baca Juga: Nompaova Makin Jarang Dinyanyikan, Peneliti Sebut Tradisi ini Tetap Akan Bertahan di Ingatan
Karena itu, PHRI mendorong pemerintah memperkuat kalender event dengan menghadirkan kegiatan berskala nasional hingga internasional secara berkelanjutan.
“Semakin banyak festival dan event yang digelar, otomatis tingkat hunian hotel akan meningkat. Tidak hanya hotel, tetapi juga restoran, pelaku UMKM, hingga penjual oleh-oleh akan ikut merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Tak hanya festival budaya, PHRI juga mendorong penyelenggaraan event olahraga, musik, hingga kegiatan kreatif lainnya yang berpotensi mendatangkan wisatawan ke Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Harmonisasi Perbup SAKIP Parigi Moutong
Buntoro optimistis konsistensi penyelenggaraan event dapat memperkuat citra Palu sebagai destinasi wisata sekaligus memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.***
Editor : Annisa Wibdy