BPK Wilayah XVIII Dorong Anak Muda Palu Aktif Lestarikan Budaya

Annisa Tri Yusnida • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 13:15 WIB
Kepala BPK Wilayah XVIII, Andriany, dalam sarasehan Nompaova : Menuju Warisan Budaya Tak Benda, mengajak generasi muda Kota Palu aktif melestarikan budaya. FOTO : Annisa Tri Yusnida
Kepala BPK Wilayah XVIII, Andriany, dalam sarasehan Nompaova : Menuju Warisan Budaya Tak Benda, mengajak generasi muda Kota Palu aktif melestarikan budaya. FOTO : Annisa Tri Yusnida

 

 

RADAR PALU - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVIII mendorong generasi muda di Kota Palu untuk lebih aktif mengambil peran dalam pelestarian budaya. Upaya tersebut dinilai penting karena kebudayaan tidak hanya berbicara mengenai warisan masa lalu, tetapi juga mencakup ekspresi budaya kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat.

Kepala BPK Wilayah XVIII, Andriany dalam kegiatan Sarasehan yang berjudul "Nompaova : Menuju Warisan Budaya Tak Benda", mengatakan keterlibatan anak muda dalam berbagai kegiatan kebudayaan menjadi angin segar bagi upaya pelestarian budaya. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan di ruang publik seperti kafe menjadi pendekatan yang efektif untuk mendekatkan isu kebudayaan kepada generasi muda.

"Pesertanya dari anak muda, kemudian lokasi acaranya di tempat kafe. Ini sebuah hal yang positif karena kebudayaan masuk ke ruang-ruang publik yang populer," kata Andriany, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Bus Trans Palu Setop 6 Hari, Ada Maintenance dan Evaluasi Layanan

Ia berharap semangat melestarikan budaya tidak berhenti pada peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, tetapi dapat ditularkan kepada anak muda lainnya sehingga semakin banyak ruang publik dimanfaatkan untuk aktivitas kebudayaan.

Menurut Andriany, masih banyak anak muda yang belum mengetahui berbagai program yang disiapkan Kementerian Kebudayaan untuk mendukung pelestarian budaya. Padahal, pemerintah menyediakan skema fasilitasi bagi individu maupun komunitas yang ingin menggelar kegiatan kebudayaan

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu memandang kebudayaan sebatas peninggalan sejarah atau tradisi lama. Menurutnya, berbagai bentuk ekspresi budaya modern juga menjadi bagian dari ekosistem kebudayaan yang dapat dikembangkan.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Harmonisasi Perbup SAKIP Parigi Moutong

"Budaya bukan hanya yang lalu, tapi juga yang kekinian. Misalnya stand-up comedy itu termasuk di ranah kebudayaan juga. Mau bikin acara seperti itu boleh," ujarnya.

Selain mendorong partisipasi anak muda, ia juga menaruh harapan besar agar warisan budaya Sulawesi Tengah mendapat pengakuan di tingkat internasional. Andriany menyebut Kawasan Megalit Lore Lindu saat ini telah masuk Tentative List UNESCO. Sementara untuk warisan budaya tak benda, pihaknya masih mengidentifikasi potensi budaya lokal yang layak diusulkan menjadi Intangible Cultural Heritage UNESCO.

"Untuk warisan budaya tak benda saya masih nunggu kira-kira apa yang bisa kita dorong, dan Nompaova ini ada kesempatan. Mudahan kalau masih banyak pelakunya yang orisinil, kita bisa dorong, Desember nanti ada Folklor Festival Internasional di Dubai" pungkasnya. ***

Editor : Annisa Tri Yusnida
pelestarian budaya Anak Muda UNESCO warisan budaya budaya Sulteng