Yayasan Sikola Mombine Ajak Orang Tua Tawaeli Hapus Stigma terhadap Anak Disabilitas

MOH FATHAHILA • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:31 WIB
Peserta mengikuti Pelatihan Kelas Pembelajaran Orang Tua bertajuk Mompiara Bija Nte Laramputi yang digelar Yayasan Sikola Mombine di Kantor Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Sabtu (25/7/2026). Foto: MOH FATHAHILA
Peserta mengikuti Pelatihan Kelas Pembelajaran Orang Tua bertajuk Mompiara Bija Nte Laramputi yang digelar Yayasan Sikola Mombine di Kantor Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Sabtu (25/7/2026). Foto: MOH FATHAHILA

 

RADAR PALU – Upaya membangun lingkungan yang lebih ramah bagi anak penyandang disabilitas terus dilakukan di Kota Palu. Kali ini, Yayasan Sikola Mombine mengajak para orang tua di Kecamatan Tawaeli mengubah cara pandang terhadap disabilitas melalui pelatihan pengasuhan berbasis inklusi.

Kegiatan bertajuk Kelas Pembelajaran Orang Tua "Mompiara Bija Nte Laramputi" atau Mengasuh Anak dengan Hati yang Bersih itu berlangsung di Kantor Kelurahan Lambara, Sabtu (25/7/2026). Pelatihan diikuti puluhan orang tua, kader PKK, serta jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Pelatihan tersebut tidak hanya membahas pola pengasuhan, tetapi juga mengajak masyarakat menghapus stigma yang selama ini masih melekat terhadap anak-anak penyandang disabilitas.

Baca Juga: Kejari Sigi Menang Praperadilan, Tersangka Pungli Proyek Peternakan Segera Disidang

Monitoring, Evaluation, and Learning (MEL) Officer Yayasan Sikola Mombine, Deta, mengatakan masih banyak anak disabilitas yang belum terlihat dalam kehidupan sosial karena kurangnya penerimaan dari lingkungan sekitar.

"Karena selama ini kan sebenarnya mereka ada di sekitar kita, tapi hanya saja memang tidak terlihat. Karena kondisi tertentu yang membuat mereka akhirnya terpendam suaranya selama ini," kata Deta.

Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berpartisipasi di tengah masyarakat. Karena itu, keluarga menjadi pihak pertama yang harus memahami cara mendampingi anak dengan pendekatan yang tepat.

Baca Juga: Mission Trip PKKO Jakarta Gelar Seminar dan KKR di GPDI Tonipa Poso, Perkuat Pelayanan Umat

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat materi mengenai pola asuh yang menghargai hak anak, membangun komunikasi positif, hingga menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak penyandang disabilitas.

Sebagai tindak lanjut, Yayasan Sikola Mombine juga membentuk forum orang tua. Forum ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus wadah saling menguatkan dalam menerapkan pola asuh inklusif di lingkungan keluarga.

Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Lebih dari 20 pasangan orang tua mengikuti kegiatan tersebut secara aktif hingga akhir pelatihan.

Deta berharap pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan sehari, tetapi terus berlanjut agar semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya memberikan kesempatan yang sama kepada anak penyandang disabilitas.

"Kami berharap ke depannya anak-anak disabilitas ini bisa berdaya, bisa mandiri. Tentunya ini tidak langsung terwujud tanpa ada dukungan, dampingan dari orang tua, dan seluruh masyarakat yang bisa membuka jalan, memberi akses, memberi ruang juga memberi kesempatan untuk anak-anak disabilitas ini," ujarnya.

Pelatihan tersebut turut dihadiri Camat Tawaeli Hendra Okto Utama bersama para lurah se-Kecamatan Tawaeli. Kehadiran pemerintah menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan layanan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga: Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Tahanan, Kejagung Buka Alasan di Baliknya

Hendra menegaskan, Pemerintah Kecamatan Tawaeli berkomitmen mendorong kesetaraan dan menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap anak disabilitas.

"Kita inklusif ya, tidak ada perbedaan, kita setara dan tidak boleh ada diskriminasi. Jadi kata kuncinya hari ini adalah kami mau setara, bukan diskriminasi," tegasnya.

Ia juga memastikan pemerintah kecamatan akan membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan anak-anak penyandang disabilitas, mulai dari penyediaan akses hingga fasilitas pendukung yang dibutuhkan.

Baca Juga: Sulteng Tawarkan Tujuh Peluang Investasi ke Sichuan, Anwar Hafid Bidik Hilirisasi dan Durian

Melalui kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan keluarga, diharapkan semakin banyak anak penyandang disabilitas di Tawaeli memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.***

Editor : MOH FATHAHILA
Kelurahan Lambara Pelatihan Pengasuhan Tawaeli Yayasan Sikola Mombine Disabilitas