RADARPALU - Sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus untuk percontohan bagi Kelurahan lain di Kota Palu.
Penegasan itu disampaikan Ketua TP-PKK Kota Palu, Hj. Diah Puspita, saat membuka kegiatan pengabdian masyarakat bertema Revitalisasi Ramuan Tradisional Aman untuk Perawatan Ibu dan Bayi yang digelar Poltekkes Kemenkes Palu di Kelurahan Baiya, Sabtu (18/7/2026).
"Ini merupakan bukti bahwa komunikasi dan kolaborasi sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semoga sinergi seperti ini dapat diterapkan di kelurahan lain di Kota Palu," kata Diah Puspita.
Baca Juga: Usai Dilantik, H. Nanang Terima Mandat PKB Hadapi Pilwali Palu 2029
Kegiatan ini menjadi upaya melestarikan pengetahuan pengobatan tradisional yang telah digunakan turun-temurun sekaligus memastikan pemanfaatannya tetap aman berdasarkan kajian ilmiah.
Program pengabdian masyarakat tersebut bertujuan mengidentifikasi berbagai ramuan tradisional yang selama ini dimanfaatkan masyarakat dalam perawatan ibu dan bayi.
Selanjutnya, tim melakukan telaah literatur terhadap ramuan tersebut serta memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan tanaman obat yang aman sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan ibu dan bayi.
Baca Juga: Dinkop UKM Sulteng Optimistis Koperasi Desa Merah Putih Perkuat UMKM dan Ekonomi Masyarakat
Ketua TP-PKK Kelurahan Baiya, Nurkia Undari, menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Palu yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian masyarakat.
"Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Saat ini TOGA juga menjadi salah satu program yang dikembangkan melalui Posyandu sebagai bagian dari ketahanan pangan. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Putri Mulia Sakti, M.Tr.Keb, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada pihak kelurahan dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini sehingga kami dapat menjalankan salah satu tugas pokok dosen melalui pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Ketua Forum Kesehatan Kelurahan Baiya, Asbar menambahkan kegiatan tersebut menjadi inovasi dalam melestarikan pengetahuan lokal yang selama ini diwariskan secara lisan.
"Ramuan tradisional yang selama ini digunakan turun-temurun kini didokumentasikan dalam bentuk buku sehingga dapat dipelajari masyarakat luas. Kebun TOGA yang diserahkan juga akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Kelurahan Baiya," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemanfaatan ramuan tradisional tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga semakin aman dan tepat guna dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi.
Dalam pelatihan nanti, peserta akan menggunakan media berupa buku panduan yang disusun oleh Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu bersama TP-PKK Kelurahan Baiya. Buku tersebut diserahkan kepada pihak kelurahan sebagai koleksi sekaligus bahan bacaan di Taman Baca Napande.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian juga menyerahkan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada Kelurahan Baiya sebagai contoh tanaman obat yang umum dimanfaatkan masyarakat dalam perawatan kesehatan keluarga.***
Editor : Mugni Supardi