RADAR PALU – Ketersediaan hidran di Kota Palu ternyata bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi petugas pemadam kebakaran. Di tengah jumlah hidran yang masih terbatas, banyak fasilitas tersebut kini tidak dapat difungsikan setelah komponen pentingnya raib diduga dicuri.
Kondisi itu diungkap Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palu. Akibat hilangnya komponen berbahan kuningan, mobil pemadam tidak bisa memanfaatkan hidran sebagai sumber air saat menangani kebakaran.
Kepala Bidang Sarana Teknis Disdamkarmat Kota Palu, Djoko Sarmanto, mengatakan pihaknya baru saja melakukan inspeksi bersama staf ahli bidang infrastruktur dan lingkungan serta Perumda Air Minum (PDAM) untuk mengecek seluruh hidran yang ada.
Baca Juga: Mentan Amran Borong Inovasi ITS Rp10 Miliar, Benih Jagung hingga Traktor Amfibi untuk Petani
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar hidran kehilangan komponen kuningan yang berfungsi sebagai pengunci sambungan selang pemadam.
"Minggu lalu itu kami bersama staf ahli infrastruktur dan lingkungan serta PDAM turun mengecek semua lokasi hidran, dan sebagian besar itu ditemukan hilang, dicuri kuningannya," ujar Djoko saat ditemui di kantornya, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, yang hilang bukan penutup hidran, melainkan komponen utama tempat penyambung selang mobil pemadam.
"Yang menjadi persoalan bukan tutup hidran, tetapi kuningannya. Kalau bagian itu hilang, selang pemadam tidak bisa dipasang sehingga hidran tidak bisa digunakan," jelasnya.
Saat ini Kota Palu baru memiliki 11 titik hidran yang tersebar di sejumlah ruas jalan. Keberadaannya sangat penting, terutama untuk mempercepat pengisian air mobil pemadam di kawasan yang jauh dari sungai atau sumber air lainnya.
Ketika hidran tidak dapat digunakan, petugas terpaksa mencari sumber air alternatif yang lokasinya lebih jauh. Kondisi itu berpotensi memperlambat proses pemadaman sehingga api lebih mudah membesar.
"Kalau saat kebakaran komponen itu hilang, kami tidak bisa mengambil air di hidran. Akhirnya harus mencari sumber air lain. Hal ini bisa menimbulkan potensi kebakaran semakin besar dan juga kerugian yang terjadi," tegas Djoko.
Di tengah persoalan tersebut, Pemerintah Kota Palu tetap berencana menambah sekitar 10 titik hidran baru. Namun, pemasangannya tidak bisa dilakukan di sembarang lokasi.
Djoko menjelaskan, hidran hanya dapat dipasang pada kawasan yang dilalui jaringan pipa utama milik PDAM agar pasokan air tetap mencukupi ketika digunakan.
Baca Juga: Ditegur Saat Bertengkar dengan Istri, Pria di Palu Aniaya Satpam Perumahan
"Kami sudah merencanakan penambahan, karena ini tidak bisa dilakukan di semua tempat. Harus lokasi yang dilewati pipa besar PDAM," katanya.
Untuk mengurangi risiko pencurian kembali, Disdamkarmat bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kota Palu mulai menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar ikut menjaga fasilitas umum tersebut.
Selain itu, pemerintah juga berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik fasilitas publik, termasuk di sekitar hidran.
"Antisipasi pemerintah itu semua fasilitas umum termasuk depan hidran akan dipasangi CCTV. Cuma kapan dan bagaimananya itu belum ditahu, karena di luar ranah kami," pungkas Djoko.
Keberadaan hidran menjadi salah satu infrastruktur penting dalam sistem penanggulangan kebakaran di kawasan perkotaan. Karena itu, Disdamkarmat berharap masyarakat turut menjaga fasilitas tersebut agar tetap berfungsi ketika dibutuhkan dalam kondisi darurat.***
Editor : Muhammad Awaludin