RADAR PALU – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 tidak hanya meninggalkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Salah satu dampak yang kini terlihat adalah terganggunya jam besar di bagian depan Masjid Baitulkhairaat Palu yang tak lagi menunjukkan waktu secara akurat.
Pantauan Radar Palu, jarum jam yang menjadi salah satu ikon fasad masjid tersebut tampak tidak bergerak sesuai waktu sebenarnya.
Petugas Pemeliharaan Masjid Baitulkhairaat, Caco Laratu, mengatakan jam besar itu masih berfungsi normal sebelum gempa terjadi. Namun, beberapa jam setelah guncangan, penunjuk waktunya mulai mengalami perubahan.
Baca Juga: Komisi-III DPRD Sulteng Laksanakan Kunjungan Koordinasi dan Komunikasi di Provinsi Bali
"Gempa terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Sorenya penunjukan jam sudah tidak sesuai lagi," ujar Caco kepada Radar Palu.
Menurutnya, setelah menerima laporan tersebut, tim pelaksana dari PT PP (Persero) Tbk langsung melakukan pemeriksaan karena pembangunan Masjid Baitulkhairaat masih berada dalam masa pemeliharaan.
Dari hasil asesmen, ditemukan salah satu jarum jam mengalami loss atau terlepas dari mekanismenya. Sementara itu, mesin penggerak jam dipastikan masih bekerja dengan baik.
"Nah, berarti disimpulkan bahwa loss itu akibat kejadian gempa karena sebelum gempa kondisinya normal," jelas Caco.
Ia mengungkapkan, asesmen menyeluruh terhadap dampak gempa dilakukan pada 25 Juni 2026. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada jam besar, tetapi juga seluruh bagian bangunan masjid.
"Hasil asesmen sudah mengidentifikasi seluruh dampak gempa terhadap gedung. Karena bangunan ini masih dalam masa pemeliharaan, kami meminta pihak PT PP selaku pelaksana untuk memperbaiki seluruh bagian yang mengalami kerusakan," katanya.
Selain gangguan pada jam besar, tim juga menemukan beberapa retak rambut pada sejumlah bagian bangunan serta robekan plafon di beberapa sudut. Kerusakan tersebut dinilai masih tergolong ringan dan lazim terjadi akibat guncangan gempa.
"Ada beberapa bagian bangunan yang mengalami retak rambut. Ada juga plafon yang robek di bagian sudut-sudut. Semua titik kerusakan sudah kami catat dalam berita acara hasil pemeriksaan dan menjadi dasar perbaikan oleh PT PP karena masih menjadi tanggung jawab selama masa pemeliharaan," tutur Caco.
Ia berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan sehingga jam besar kembali berfungsi normal dan seluruh kerusakan ringan akibat gempa dapat segera ditangani.***
Editor : Muhammad Awaludin