Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Sasakawa dan Pemkot Palu Dorong Ekonomi Inklusif, Penyandang Disabilitas Dibuka Akses Kerja

Annisa Tri Yusnida • Jumat, 26 Juni 2026 | 18:00 WIB
Program Officer Sasakawa Peace Foundation, Dissa Syakina Ahdanisa, menjelaskan pentingnya memperluas akses kerja dan peluang wirausaha bagi penyandang disabilitas untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Palu. (Humas Pemkot Palu)
Program Officer Sasakawa Peace Foundation, Dissa Syakina Ahdanisa, menjelaskan pentingnya memperluas akses kerja dan peluang wirausaha bagi penyandang disabilitas untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Palu. (Humas Pemkot Palu)

RADAR PALU – Sasakawa Peace Foundation (SPF) bersama Pemerintah Kota Palu dan Yayasan Sikola Mombine terus memperkuat upaya membangun ekonomi inklusif dengan membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bekerja maupun berwirausaha.

Program Officer Sasakawa Peace Foundation, Dissa Syakina Ahdanisa, mengatakan pembangunan yang inklusif tidak cukup hanya menjamin perlindungan hak penyandang disabilitas. Menurutnya, kesempatan yang setara dalam memperoleh pekerjaan dan membangun usaha juga harus menjadi perhatian utama.

"Ada dua jalur yang kami dorong. Pertama melalui kewirausahaan atau entrepreneurship, kedua melalui keterlibatan penyandang disabilitas dalam dunia kerja," ujar Dissa saat ditemui di Kantor Wali Kota Palu, Kamis (25/6/2026). 

Baca Juga: Palu Jadi Percontohan Program SEED di Sulteng, Sasakawa Bidik 30 Wirausaha Muda Berdampak

Ia menjelaskan, ekonomi inklusif dapat menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Karena itu, berbagai hambatan yang selama ini dihadapi penyandang disabilitas harus dihilangkan agar mereka memiliki akses yang sama terhadap peluang ekonomi.

Menurut Dissa, setiap ragam disabilitas memiliki kebutuhan yang berbeda. Penyandang disabilitas tuli membutuhkan akses komunikasi yang lebih baik, sementara penyandang disabilitas fisik memerlukan fasilitas dan infrastruktur yang ramah disabilitas.

"Tiap disabilitas memiliki kebutuhan dan hambatannya masing-masing. Namun satu hal yang kami lihat adalah ekonomi yang inklusif itu bisa menjadi jalan masuk bagi pembangunan yang lebih damai dan berkelanjutan," jelasnya. 

Baca Juga: 10 Tim Terpilih Ikuti Program SEED 2026, Fokus pada Dampak Sosial dan Lingkungan

Ia menambahkan, akses terhadap lapangan kerja dan kesempatan berwirausaha merupakan kebutuhan yang dirasakan hampir seluruh kelompok penyandang disabilitas. Karena itu, dunia usaha dan pemerintah diharapkan bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif.

"Ketika berbicara ekonomi inklusif, maka akses terhadap pekerjaan dan kesempatan berwirausaha harus dibuat lebih mudah dan lebih ramah bagi mereka," tambahnya.

Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Palu dan Yayasan Sikola Mombine, Sasakawa Peace Foundation berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang mampu mandiri secara ekonomi serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

Program tersebut juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Kota Palu sebagai daerah yang lebih inklusif, dengan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya tanpa terkecuali.***

Editor : Muhammad Awaludin
#ekonomi inklusif #penyandang disabilitas #Yayasan Sikola Mombine #kota palu #Sasakawa Peace Foundation