Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kisah Mantan Waria Warnai Aksi Penolakan LGBT di Palu

Annisa Wibdy • Jumat, 26 Juni 2026 | 00:30 WIB
Deklarasi dan konsolidasi Aliansi Masyarakat Tolak LGBT di Taman Vatulemo, Kota Palu, Kamis (25/6/2026).l, diwarnai kisah perjalanan hidup . (Annisa Wibdy / RADAR PALU)
Deklarasi dan konsolidasi Aliansi Masyarakat Tolak LGBT di Taman Vatulemo, Kota Palu, Kamis (25/6/2026).l, diwarnai kisah perjalanan hidup . (Annisa Wibdy / RADAR PALU)

RADAR PALU – Deklarasi dan konsolidasi Aliansi Masyarakat Tolak LGBT yang digelar di Taman Vatulemo, Kota Palu, Kamis (25/6/2026) malam, diwarnai kisah pribadi salah seorang peserta aksi yang mengaku pernah menjalani kehidupan sebagai waria sebelum memilih menempuh jalan hidup yang berbeda.

Peserta aksi tersebut dikenal akrab dengan sapaan Ardan. Di hadapan massa yang hadir, ia membagikan pengalaman hidupnya sekaligus menyampaikan dukungan terhadap gerakan masyarakat yang mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-LGBT dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Sulawesi Tengah.

Ardan mengatakan perubahan yang dialaminya tidak terjadi dalam waktu singkat. Menurutnya, proses tersebut dilalui melalui perjalanan panjang yang melibatkan dukungan keluarga serta kesadaran dari dalam dirinya sendiri. 

Baca Juga: Aksi Tolak LGBT Diapresiasi DPRD Palu, Ranperda Disiapkan 2027

“Saya sangat setuju dengan adanya aksi ini. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang masih terjebak dalam penyimpangan untuk keluar dari zona nyamannya,” ujar Ardan usai menyampaikan orasi.

Ia mengaku dukungan keluarga, terutama doa orang tua, menjadi salah satu faktor penting yang membantunya menjalani perubahan dalam hidup.

“Alhamdulillah saya bisa keluar dari itu berkat doa orang tua dan kesadaran diri. Saya juga minta doa supaya tetap istiqomah,” katanya. 

Baca Juga: Aliansi Masyarakat Desak Pemprov dan DPRD Sulteng Bentuk Perda Anti-LGBT

Menurut Ardan, kegiatan yang digelar masyarakat tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus meningkatkan kesadaran publik mengenai berbagai persoalan sosial yang menjadi perhatian peserta aksi.

Dalam orasinya, ia juga mengajak siapa pun yang ingin memperbaiki kehidupannya agar tidak ragu untuk memulai perubahan.

“Bukan tidak bisa, yang ada hanya tidak mau. Mari sama-sama berubah dan meninggalkan hal-hal yang negatif,” ucapnya.

Kisah yang disampaikan Ardan mendapat perhatian dari peserta yang hadir. Sejumlah peserta tampak memberikan dukungan saat ia menceritakan perjalanan hidupnya di hadapan massa.

Aksi tersebut merupakan bagian dari kegiatan deklarasi dan konsolidasi yang digelar Aliansi Masyarakat Tolak LGBT. Dalam kegiatan itu, peserta juga menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan DPRD Sulawesi Tengah terkait usulan pembentukan Perda Anti-LGBT dan Pencegahan Kekerasan Seksual.

Selain menyampaikan aspirasi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi peserta untuk berbagi pandangan dan pengalaman yang mereka nilai dapat memberikan pembelajaran bagi masyarakat luas.***

Editor : Muhammad Awaludin
#kisah inspiratif #Taman Vatulemo #Aksi Tolak LGBT #sulawesi tengah #kota palu