RADAR PALU — Grand Sya Hotel Palu memasuki satu tahun perjalanan bisnis dengan memperkuat strategi sebagai hotel butik yang mengusung konsep kearifan lokal Sulawesi Tengah.
Tidak hanya menawarkan akomodasi, hotel ini membangun diferensiasi melalui identitas daerah yang menjadi bagian dari pengalaman tamu.
General Manager Grand Sya Hotel Palu, Guntoro Purnomo, mengatakan konsep desain hotel menjadi salah satu kekuatan utama yang membedakan Grand Sya dari kompetitor.
Baca Juga: Pascagempa M 6,7, Hotel Santika Palu Libatkan Sucofindo Audit Struktur Gedung
Arsitektur dan interior hotel dirancang dengan mengangkat karakter khas daerah secara menyeluruh.
“Desain kami memakai ciri khas daerah. Saya yakini belum ada hotel lain di Sulteng yang menampilkan identitas lokal sedetail ini,” ujar Guntoro kepada Jawa Pos Radar Palu, Kamis (25/6).
Dari sisi bisnis, Grand Sya Hotel Palu mengandalkan lokasi strategis sebagai keunggulan kompetitif.
Baca Juga: Beredar Video Siluet di Gorden Jendela Hotel Palu Jadi Sorotan Warga
Hotel berbintang ini berada di Jalan Sam Ratulangi, berdekatan dengan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, sehingga menjadi pilihan bagi segmen pemerintahan, korporasi, hingga pasar MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).
Selain akses yang strategis, hotel juga menawarkan nilai tambah melalui panorama kota. Dari lantai 9, tamu dapat menikmati pemandangan Masjid Raya Baitul Khaerat dan Gunung Nokilalaki.
Sementara area cafetaria menghadirkan pemandangan Teluk Palu sebagai daya tarik tambahan.
Baca Juga: 80 Anak Ikut Cooking Class di Hotel Santika Palu, Antusiasme Melonjak 60 Persen dari Target
Kombinasi lokasi premium dan pengalaman visual tersebut menjadi strategi Grand Sya dalam meningkatkan tingkat hunian serta memperkuat nilai jual kamar, terutama pada periode akhir pekan dan musim ramai kunjungan.
Memasuki tahun kedua operasional, Grand Sya Hotel Palu mulai memperluas strategi bisnis melalui pendekatan kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.
Hotel menggandeng UMKM Sulteng untuk menghadirkan produk kerajinan daerah yang dapat dinikmati maupun dibeli oleh para tamu.
Baca Juga: Ayam Goreng Mohat, Menu Spesial Mei 2026 di Hotel Santika Palu
Menurut Guntoro, langkah tersebut tidak hanya menjadi bagian dari strategi bisnis, tetapi juga upaya menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Produk kerajinan Sulteng kami kurasi dan tampilkan kepada tamu hotel. Ini bagian dari strategi sustainable tourism agar hotel bisa menjadi penghubung antara wisatawan dan produk lokal,” jelasnya.
Dengan menggabungkan konsep lokal, lokasi strategis, serta pemberdayaan UMKM, Grand Sya Hotel Palu berupaya mengambil posisi berbeda di tengah kompetisi industri perhotelan yang semakin berkembang.
Baca Juga: Pria 22 Tahun Ditemukan Meninggal di Belakang Hotel Swiss-Bel Palu
Hotel ini tidak hanya menjual fasilitas menginap, tetapi menawarkan pengalaman mengenal Palu melalui budaya, produk lokal, dan atmosfer daerah yang menjadi identitas Sulawesi Tengah. ***
Editor : Talib