RADAR PALU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu mencatat sedikitnya 88 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah.
Data tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram resmi BPBD Kota Palu sebagai hasil pendataan sementara pascagempa yang berpusat di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Berdasarkan peta dampak yang dirilis, pusat gempa berada di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
Baca Juga: BPBD Sulteng Kerahkan Tim Darurat dan Alat Berat ke Wilayah Gempa
Dari total 88 rumah rusak, Kelurahan Tondo di Kecamatan Mantikulore menjadi wilayah dengan dampak paling besar. BPBD mencatat sebanyak 42 unit rumah mengalami kerusakan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kelurahan Petobo di Kecamatan Palu Selatan menempati urutan kedua dengan 22 unit rumah rusak.
Kerusakan juga tercatat tersebar di sejumlah kelurahan lain sehingga total wilayah terdampak mencapai 11 kelurahan di Kota Palu.
Baca Juga: Gempa M 6,7 Guncang Parigi Moutong, BPBD Catat Belasan Gempa Susulan dan Kerusakan Rumah Warga
Tak hanya permukiman warga, gempa juga berdampak pada berbagai fasilitas umum. Data sementara BPBD menunjukkan terdapat 12 fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
Selain itu, 10 fasilitas perkantoran, dua fasilitas pendidikan, dan enam tempat usaha turut terdampak akibat guncangan gempa.
Beberapa objek yang dilaporkan mengalami kerusakan antara lain Jembatan III Palu, sejumlah rumah ibadah, gedung perkantoran, sekolah, hotel, hingga bangunan usaha milik warga.
Jenis kerusakan yang ditemukan bervariasi, mulai dari retakan pada dinding bangunan, kerusakan atap, gangguan struktur bangunan, hingga kerusakan jalan berupa retakan dan lubang di beberapa titik.
Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami dampak paling signifikan.
Meski menimbulkan kerusakan bangunan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BPBD Kota Palu menegaskan data yang dipublikasikan masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi serta pendataan lanjutan di lapangan.
Saat ini pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan asesmen untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan bagi warga terdampak gempa.***
Editor : Muhammad Awaludin