RADAR PALU – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palu memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah 2026. Setelah finis sebagai runner up pada edisi sebelumnya, Kota Palu kini membidik posisi puncak klasemen dan membawa pulang gelar juara umum.
Target tersebut disampaikan Ketua KONI Kota Palu, Reynold Kasruddin, yang memastikan berbagai persiapan menuju Porprov 2026 di Kabupaten Morowali telah mulai berjalan.
Menurut Reynold, pembinaan atlet tetap menjadi fokus utama organisasi, termasuk menjaga kesinambungan program latihan di tengah berbagai penyesuaian anggaran yang dilakukan pemerintah daerah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Palu, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang selalu memberikan dukungan dana pembinaan. Tahun ini dana pembinaan tetap ada untuk persiapan Porprov," ujarnya usai pelantikan pengurus, Rabu (17/6/2026).
Saat ini, masing-masing cabang olahraga telah menjalankan program latihan mandiri sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Baca Juga: KONI Sigi Terima Mobil Operasional di Launching Porprov Sulteng 2026 Morowali
Reynold mengaku optimistis Kota Palu mampu tampil lebih kompetitif dibandingkan pelaksanaan Porprov sebelumnya. Dengan kekuatan atlet yang dimiliki saat ini, ia yakin peluang merebut gelar juara umum terbuka lebar.
"Insyaallah kami siap mengikuti Porprov 2026 di Morowali. Target kami tentu berusaha meraih juara umum," katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut, KONI Kota Palu memproyeksikan akan memberangkatkan sekitar 600 atlet dan ofisial. Menariknya, seluruh atlet yang dipersiapkan merupakan putra-putri asli Kota Palu hasil pembinaan cabang olahraga setempat.
Kebijakan tersebut, menurut Reynold, merupakan bentuk komitmen KONI dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.
Baca Juga: KONI Sulteng Jajaki Kerja Sama BPJS, Fokus Perlindungan Atlet
"Kami sampaikan kepada seluruh cabang olahraga bahwa atlet yang diberangkatkan adalah atlet murni Kota Palu. Kami bukan semata-mata mengejar piala, tetapi ingin melatih atlet agar mampu membawa nama daerahnya sendiri di level Porprov," jelasnya.
Ia menilai keberhasilan olahraga tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan daerah dalam mencetak atlet-atlet berkualitas yang lahir dari proses pembinaan yang panjang.
Terkait kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah, Reynold memastikan hal tersebut tidak akan memengaruhi jumlah atlet yang akan diberangkatkan ke Morowali.
Baca Juga: Menuju Porprov Morowali 2026, KONI Buol Matangkan Persiapan Cabor Unggulan
Menurutnya, seluruh cabang olahraga yang memenuhi persyaratan tetap akan mendapat kesempatan mengikuti Porprov. Penyesuaian hanya dilakukan pada beberapa kebutuhan yang dinilai tidak terlalu mendesak.
"Pengaruh efisiensi tetap ada, tetapi kami hanya mengurangi hal-hal yang tidak terlalu penting. Untuk jumlah atlet tidak ada pengurangan," tegasnya.
Selain mempersiapkan atlet, KONI Kota Palu juga akan memperkuat koordinasi internal organisasi melalui rapat rutin bersama pengurus dan perwakilan cabang olahraga.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh program pembinaan, pemusatan latihan, hingga kebutuhan kontingen dapat berjalan sesuai rencana menjelang pelaksanaan Porprov Sulawesi Tengah 2026.
Dengan dukungan pemerintah daerah, pembinaan atlet yang terus berjalan, serta komitmen menggunakan atlet asli daerah, Kota Palu kini menatap Porprov Morowali dengan ambisi besar untuk merebut kembali supremasi olahraga Sulawesi Tengah.
Editor : Muhammad Awaludin