RADAR PALU - Pemerintah Kota Palu terus mendorong penerapan pemilahan sampah Palu hingga ke sektor usaha, termasuk hotel, restoran, kafe, dan rumah sakit. Langkah ini disampaikan Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, dalam kegiatan di Ruang Rapat Bantaya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Imelda, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah mulai menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah rumah tangga di Kota Palu telah membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.
"Kita bersyukur mindset masyarakat sudah mulai berubah. Dari rumah tangga sudah mulai melakukan pemilahan sampah. Sekarang kami berharap hotel, restoran, kafe, dan rumah sakit juga mulai menggiatkan hal yang sama," ujar Imelda.
Baca Juga: SPPG Tunas Baru Andi Agtas di Palu Hentikan Sementara Distribusi MBG
Ia menilai kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya akan mempermudah proses pengangkutan serta pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna.
Imelda menjelaskan, sampah yang telah dipilah tidak hanya meringankan pekerjaan petugas kebersihan. Sampah tersebut juga dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, beberapa kelompok masyarakat telah memanfaatkan sampah organik sebagai pakan ternak. Selain itu, sejumlah mahasiswa juga mengembangkan pemanfaatan sampah basah dari pasar untuk kebutuhan peternakan.
Baca Juga: Komitmen Majukan Pendidikan, PT Mamuang Berikan Beasiswa kepada 60 Penerima
"Jadi sebenarnya semua sampah itu bisa bermanfaat. Karena itu kami meminta agar pemilahan dilakukan sejak dari sumbernya," katanya.
Pemerintah Kota Palu berharap penerapan pemilahan sampah dapat menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
Imelda menegaskan keberhasilan program pemilahan sampah sangat bergantung pada komitmen pimpinan atau pengelola usaha. Menurut dia, perubahan perilaku akan lebih mudah terwujud jika pimpinan memberikan contoh langsung kepada karyawan.
Selain itu, pelaku usaha juga diminta mematuhi jadwal pembuangan sampah yang telah diatur melalui surat edaran peduli lingkungan. Pembuangan sampah di luar jadwal pengangkutan dinilai dapat mengganggu kebersihan lingkungan dan kinerja petugas kebersihan.
"Kalau ada kendala, silakan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Kami ingin kerja sama ini berjalan baik agar Kota Palu semakin bersih dan nyaman," tegasnya.
Pemkot Palu berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat memperkuat budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung lingkungan perkotaan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.***
Editor : Muhammad Awaludin