RADAR PALU - Akses terhadap layanan ambulans menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat kesehatan maupun kebutuhan pengantaran pasien rujukan. Di Kota Palu, Puskesmas Sangurara memastikan armada ambulans yang dimiliki tetap siap melayani warga kapan pun dibutuhkan.
Saat ini, Puskesmas Sangurara mengoperasikan dua unit ambulans yang masih dalam kondisi baik dan aktif digunakan untuk menunjang berbagai layanan kesehatan. Armada tersebut tidak hanya melayani pasien yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan lain, tetapi juga mendukung pelayanan kesehatan keliling yang menjangkau masyarakat secara langsung.
Kepala Puskesmas Sangurara, Suardi, menjelaskan masing-masing ambulans memiliki tugas utama yang berbeda. Satu unit difokuskan untuk mengantar maupun menjemput pasien rujukan, sementara unit lainnya digunakan sebagai ambulans puskesmas keliling yang mendukung kegiatan petugas kesehatan di lapangan.
Baca Juga: Mobil Keluarga Super Irit Kini Hadir di Palu, BYD M6 DM Mampu Tempuh hingga 1.800 Kilometer
Meski demikian, kedua kendaraan tersebut memiliki fasilitas dan perlengkapan yang sama sehingga dapat saling menggantikan fungsi apabila diperlukan.
“Dua-duanya bisa digunakan dan bisa bertukaran fungsi karena kelengkapannya sama,” ujar Suardi melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/6/2026).
Fleksibilitas tersebut dinilai penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan ketika salah satu kendaraan sedang digunakan.
Baca Juga: Pesan Penting Wakil Wali Kota Palu untuk Kafilah MTQ: Prestasi Harus Sejalan dengan Akhlak
Selain melayani kebutuhan kesehatan dan rujukan pasien, ambulans Puskesmas Sangurara juga dapat dimanfaatkan untuk pengantaran jenazah dalam kondisi tertentu.
Menurut Suardi, pihaknya memang belum memiliki ambulans khusus jenazah. Namun, armada yang tersedia tetap bisa digunakan apabila masyarakat membutuhkan layanan tersebut dan kendaraan sedang tersedia.
Ia menegaskan penggunaan ambulans untuk pengantaran jenazah bersifat situasional dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Untuk ambulans jenazah kami tidak punya, tapi ambulans yang ada bisa digunakan juga untuk pengantaran jenazah,” jelasnya.
Dalam praktik sehari-hari, masyarakat umumnya lebih dahulu memanfaatkan ambulans yang tersedia di tingkat kelurahan maupun yang dikelola oleh masjid. Fasilitas tersebut menjadi alternatif cepat yang mudah dijangkau warga ketika membutuhkan transportasi medis maupun layanan sosial kemanusiaan.
Apabila seluruh ambulans yang tersedia di lingkungan masyarakat sedang digunakan, barulah warga mengajukan permohonan bantuan kepada pihak puskesmas.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara fasilitas kesehatan pemerintah dan sarana sosial masyarakat dalam memperluas akses layanan darurat bagi warga.
Melansir keterangan Puskesmas Sangurara, seluruh layanan ambulans yang diberikan tetap berorientasi pada kebutuhan kemanusiaan dan kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Keberadaan dua ambulans tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan warga memperoleh bantuan transportasi medis yang cepat, baik untuk keperluan rujukan, pelayanan kesehatan keliling, maupun kebutuhan lain yang bersifat darurat.
Dengan armada yang tetap beroperasi dan fleksibel digunakan sesuai kebutuhan, Puskesmas Sangurara berharap dapat terus mendukung pelayanan kesehatan masyarakat secara maksimal di wilayah Kota Palu.***
Editor : Muhammad Awaludin