PALU-Masjid Nur Ash Shiyaam, Perumahan Green Gawalise Mandiri, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, kembali melaksanakan pemotongan hewan kurban di perayaan Iduladha 1447 H. Kurban dilakukan usai salat Id berjamah di kawasan masjid pada Rabu pagi (27/4/2026).
Pembina Masjid Nur Ash Shiyaam sekaligus pengembang Perumahan Green Gawalise Mandiri, Dr Saharuddin Kaseng SE MSi mengungkapkan pemotongan hewan kurban tahun ini merupakan tahun ke empat. Di mana jumlah hewan kurban terus bertambah setiap tahunnya.
“Alhamdullilah pemotongan hewan kurban di Masjid Nur Ash Shiyaam ini sudah ke empat kalinya. Di tahun pertama cuman 2 ekor, tahun kedua 5 ekor, tahun ketiga 6 ekor, dan Alhamdullilah tahun ini naik lagi menjadi 8 ekor,” rinci Saharuddin di sela-sela aktivitas pemotongan.
Baca Juga: Jembatan Antar Dusun di Sibalago Jebol Diterjang Banjir, Polisi dan Warga Bangun Akses Darurat
Dia mengungkapkan 8 ekor sapi kurban merupakan murni patungan dari warga yang bermukim di Perumahan Green Gawalise. Dengan perhitungan 1 ekor sapi patungan dari tujuh orang, sehingga total ada 56 orang pemukim.
Saharuddin mengungkapkan rasa optimistis di masa depan jumlah hewan kurban juga akan terus bertambah. Seiring dengan bertambahnya jumlah penghuni atau jamaah masjid di Perumahaan Green Gawalise. Saat ini sudah ada 300 penghuni perumahan dan akan ditambah 200 unit perumahan dibangun. Sehingga total ada 600 unit perumahan nantinya.
“Saya selaku ketua panitia kurban, pembina masjid, sekaligus pengembang Green Gawalise mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh warga masyarakat penghuni Green Gawalise. Mudah-mudahan di tahun depan jauh lebih besar dari hari ini. Insya Allah,” ujarnya.
Saharuddin mengungkapkan dari jumlah hewan kurban tersebut pihaknya telah menyebar 400 kupon. Targetnya adalah 300 kupon untuk pemukim di Green Gawalise, 100 kupon untuk warga di wilayah pengunungan Gawalise, dan bila ada sisa daging akan langsung diantar ke panti-panti asuhan.
Pembagian daging kurban juga mengikuti instruksi Wali Kota Palu. Yakni tidak memakai kantongan plastik melainkan memakai wadah, sehingga lebih eco friendly.
“Saya kira dan yakin bahwa ini lebih dari 400, mengingat pengalaman sebelumnya. Harapannya di tahun depan ada lebih banyak lagi warga yang berkuban, sehingga saya yakin jumlahnya akan terus bertambah. Insya Allah,” tutup Saharuddin. (*)
Baca Juga: Banjir Rendam Jalur Trans Sulawesi di Torue, Arus Lalu Lintas Lumpuh Sementara
Editor : Agung Sumandjaya