Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

DLH Akui Kebijakan ASN Naik Angkutan Umum Pengaruhi Kualitas Udara

MOH FATHAHILA (MAGANG) • Rabu, 20 Mei 2026 | 18:24 WIB
Ibnu Mundzir. (Annisa Tri Yusnida)
Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Mundzir. (Annisa Tri Yusnida)

RADARPALU - Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Mundzir, menyebut kebijakan penggunaan transportasi umum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas udara Kota Palu tetap baik di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor. 

Menurutnya, Kota Palu selama beberapa tahun terakhir konsisten masuk dalam jajaran kota dengan udara terbersih di Indonesia. Bahkan beberapa waktu lalu, Palu sempat berada di posisi pertama sebagai kota dengan kualitas udara terbaik. 

"Alhamdulillah Kota Palu dalam hampir beberapa tahun ini, dua, tiga tahun ini, selalu berada dalam lima besar udara terbersih yang ada di Indonesia. Pernah beberapa minggu lalu, terbersih nomor satu," ujarnya kepada Radar Palu, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Kejati Sulteng Peringati Harkitnas 2026, Tegaskan Semangat Persatuan dan Literasi Digital

Kata Ibnu, kondisi ini harus dijaga melalui beberapa langkah, termasuk pengurangan penggunaan kendaraan pribadi di lingkungan pemerintah.

Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mulai mendorong ASN menggunakan transportasi umum sebagai bagian dari perubahan budaya transportasi di dalam kota. 

Selain untuk mengurangi kepadatan kendaraan, kebijakan tersebut juga disebut sebagai edukasi kepada masyarakat agar mulai terbiasa menggunakan transportasi umum. 

Baca Juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice dan Plea Bargain Dua Perkara di Banggai dan Buol

ASN dipilih sebagai kelompok pertama karena dinilai memiliki pengaruh di tengah masyarakat dan dapat menjadi contoh dalam perubahan kebiasaan transportasi. 

"Kenapa ASN? sebab ASN itu selalu jadi role model (panutan, red). Orang gampang sekali meniru kalau PNS yang melakukan," jelas Ibnu. 

Ibnu menilai, kota-kota yang mulai membiasakan penggunaan transportasi umum akan menjadi kota yang lebih nyaman dan layak huni di masa depan. Sebaliknya, ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dinilai dapat memicu kemacetan dan stagnasi perkotaan. 

 

"Kota yang tidak membatasi penggunaan kendaraan pribadi dan tidak membiasakan kendaraan umum suatu saat akan stagnan. Kota yang membiasakan masyarakatnya menggunakan transportasi umum justru akan menjadi kota yang livable (layak huni, red)," katanya. 

Pemkot Palu berharap kebijakan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih tertata, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.(mg2)

Editor : Mugni Supardi
#Ibnu Mundzir #DLH Kota Palu #Kualitas udara Palu #angkutan umum #asn