RADAR PALU - BRIDA Kota Palu kembali menggelar lomba inovasi masyarakat dan organisasi perangkat daerah (OPD) pada 2026. Ajang tahunan itu menjadi pelaksanaan tahun keempat untuk mendorong lahirnya inovasi kreatif dan aplikatif di Palu.
Kepala BRIDA Kota Palu Didi Bakran mengatakan lomba inovasi tersebut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Palu. Menurutnya, hampir seluruh OPD di Kota Palu telah menghadirkan inovasi pelayanan dengan persaingan yang semakin ketat.
“Bapak Wali Kota sangat konsen dalam pengembangan inovasi, baik inovasi masyarakat maupun inovasi OPD. Hampir semua OPD di Kota Palu sudah melakukan inovasi dan persaingannya luar biasa,” ujar Didi di Kantor Wali Kota Palu, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Harga Gas Non-Subsidi Meroket, Pemkot Perketat Pengawasan Gas Subsidi
Selain mendorong inovasi pelayanan publik, lomba itu juga diarahkan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga. BRIDA menegaskan hasil lomba tidak hanya berhenti pada pemberian penghargaan.
BRIDA Palu Siapkan Pendampingan Inovasi
Didi menjelaskan BRIDA akan melakukan pembinaan lanjutan terhadap inovasi yang dinilai potensial. Pendampingan dilakukan bersama OPD terkait agar inovasi dapat berkembang menjadi program yang aplikatif.
Baca Juga: Pemkot Palu Ikut Peluncuran Buku Pendidikan Antikorupsi Bersama Rakor Inflasi Kemendagri
“Kami di BRIDA akan melakukan pembinaan. Kalau ada inovasi TTG yang masih perlu disempurnakan, tentu akan dilakukan riset kembali agar bisa menjadi kebijakan daerah yang aplikatif,” jelasnya.
Rangkaian lomba dimulai dari tahap sosialisasi hingga pengumuman pemenang pada September 2026. Peserta nantinya melewati delapan tahapan seleksi, mulai dari pengajuan proposal, verifikasi administrasi, hingga penentuan tiga besar terbaik.
“Hari ini kita lakukan sosialisasi yang merupakan rangkaian dari kegiatan sampai bulan September nantinya,” tambah Didi.
Fokus pada Kuliner Lokal dan Pengolahan Sampah
Lomba inovasi tahun ini dibagi dalam dua kategori utama, yakni inovasi kuliner berbahan baku lokal dan Teknologi Tepat Guna (TTG). Pada kategori kuliner, BRIDA berharap inovasi yang lahir dapat berkembang menjadi usaha mandiri yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, kategori TTG difokuskan pada inovasi pengolahan sampah dan peningkatan kesadaran lingkungan warga Kota Palu. BRIDA menilai pengelolaan sampah berbasis inovasi dapat membantu mengurangi residu dan memberi nilai ekonomi tambahan.
“Harapan kami ke depan masyarakat tidak lagi membuang sampah seperti sekarang. Yang dibuang hanya residunya, sementara sampah lainnya bisa diolah menjadi bernilai ekonomi,” terang Didi.
BRIDA optimistis lomba inovasi tersebut akan melahirkan solusi kreatif yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengelolaan lingkungan di Kota Palu.***
Editor : Muhammad Awaludin