RADAR PALU - Hadianto Rasyid bersama Majelis Ulama Indonesia Kota Palu membahas rencana kedatangan perwakilan Jepang untuk memberikan edukasi tentang bahaya penggunaan plastik di Kota Palu. Sosialisasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli 2026.
Ketua MUI Kota Palu, Zainal Abidin, mengatakan tamu dari Jepang akan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak penggunaan plastik, termasuk penggunaan wadah plastik untuk konsumsi minuman.
“Nantinya akan datang tamu kami dari Jepang, yang ingin berbicara tentang bahaya plastik, seperti konsumsi minuman lewat plastik,” ujar Zainal Abidin saat ditemui, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Menenun Fajar di Tepi Teluk Palu, Kisah Pembangunan Hadianto Rasyid
Menurutnya, agenda tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Palu yang selama ini mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam berbagai kegiatan.
Sosialisasi Bahaya Plastik Libatkan Komunitas dan UMKM
Dalam audiensi tersebut, Wali Kota Palu memberikan masukan agar kegiatan edukasi tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga komunitas, pelaku usaha, hingga organisasi sosial.
Baca Juga: DPRD Palu Minta Kejelasan Aturan Biaya Visum di RS
MUI Kota Palu menyebut sosialisasi akan diarahkan kepada kalangan pengusaha, UMKM, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal agar dampak edukasi lebih luas.
“Pak wali sarankan ini ditujukan pada komunitas-komunitas, misalnya dari kalangan kadin, pengusaha, kemudian UMKM, masyarakat, bahkan kerukunan yang ada,” jelasnya.
Pemerintah Kota Palu sebelumnya juga telah mendorong pengurangan sampah plastik melalui berbagai kebijakan, termasuk penggunaan tumbler dalam kegiatan pemerintahan.
MUI Harap Kesadaran Warga Meningkat
MUI Kota Palu berharap kegiatan edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak penggunaan plastik bagi kesehatan dan lingkungan.
Menurut Zainal Abidin, penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari masih cukup tinggi sehingga diperlukan edukasi yang lebih luas kepada masyarakat.
Baca Juga: Biaya Visum di Palu Disorot, DPRD Singgung Beban Warga
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini masyarakat semakin sadar bahwa konsumsi menggunakan plastik itu berbahaya,” katanya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan pengurangan plastik sekali pakai sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan di Kota Palu.***
Editor : Muhammad Awaludin