RADAR PALU - Satgas LPG Palu mulai memantau kenaikan harga gas LPG non subsidi yang terjadi di sejumlah agen dan pengecer di Kota Palu. Kenaikan harga tersebut disebut dipengaruhi penyesuaian harga dari Pertamina akibat dampak situasi geopolitik dan konflik di kawasan Timur Tengah.
Tim Satgas LPG Palu dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu mengaku terus berkoordinasi dengan Pertamina dan agen LPG menyusul kenaikan harga LPG non subsidi yang terjadi hampir merata di berbagai daerah di Indonesia.
Penanggung Jawab Tim Satgas LPG Disperdagind Kota Palu, Muhammad Fauzi mengatakan, pihaknya memang lebih fokus melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi. Namun, perkembangan harga LPG non subsidi tetap ikut dipantau.
Baca Juga: DPRD Palu Soroti LPG 3 Kg, Persaingan Usaha, dan Ketersediaan Barang di Pasar
“Kalau satgas kita khusus pengawasan yang subsidi sejujurnya, tapi kami tetap koordinasi dengan Pertamina dan mengecek ke agen. Memang faktor utama karena kondisi geopolitik yang tidak bisa kita elak,” ujar Fauzi, Senin (11/5/2026).
Menurut Fauzi, kenaikan harga LPG non subsidi berasal dari kebijakan penyesuaian harga Pertamina pusat dan berlaku di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi dan Jawa.
“Kalau barang non-subsidi memang ada kenaikan dari Pertamina pusat. Untuk wilayah Sulawesi dan Jawa semua naik,” katanya.
Saat ini, harga LPG non subsidi ukuran 5 kilogram di tingkat agen disebut berada di kisaran Rp120 ribuan. Sementara di tingkat pengecer atau eceran, harga bisa mencapai Rp125 ribu hingga Rp130 ribu per tabung.
Baca Juga: Pertamina Perketat Pengawasan, Distribusi LPG 3 Kg di Luwuk Dipastikan Sesuai Aturan
Padahal sebelumnya, harga LPG non subsidi ukuran 5 kilogram masih berkisar Rp100 ribu hingga Rp110 ribu.
“Kalau kemarin ya di kisaran Rp110 ribu paling mahal, sekarang menyesuaikan harga apalagi ini non subsidi,” jelas Fauzi.
Ia menjelaskan, kondisi geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, ikut memengaruhi impor LPG Indonesia sehingga berdampak pada harga jual di dalam negeri.
Meski demikian, Satgas LPG Palu memastikan distribusi LPG bersubsidi di Kota Palu tetap menjadi fokus utama pengawasan agar tidak terjadi kelangkaan maupun penyimpangan distribusi di lapangan.
Fauzi juga menilai masyarakat mulai memahami penyebab kenaikan harga LPG non subsidi tersebut, meski kondisi itu tetap menambah tekanan ekonomi rumah tangga.
“Dari masyarakat pun pasti sudah tahu, meski memang secara finansial juga semakin bertambah beban ekonomi ini,” tandasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin