Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Awali dari Data, Pemkot Palu Tata Ulang Strategi Penanganan Stunting

Annisa Wibdy • Rabu, 6 Mei 2026 | 18:22 WIB
SINKRONISASI DATA: Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, di ruang rapat Bappeda untuk menyinkronkan data balita lintas instansi untuk memastikan intervensi stunting lebih tepat sasaran. FOTO: HUMAS PEMKOT PALU
SINKRONISASI DATA: Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, di ruang rapat Bappeda untuk menyinkronkan data balita lintas instansi untuk memastikan intervensi stunting lebih tepat sasaran. FOTO: HUMAS PEMKOT PALU

RADAR PALU - Alih-alih sekadar kegiatan sinkronisasi rutin, langkah Pemkot Palu ini menegaskan pentingnya pembenahan “hulu data” sebagai fondasi utama kebijakan penanganan stunting yang lebih presisi dan terukur. 

Pemerintah Kota Palu mulai membenahi fondasi utama dalam penanganan stunting dengan menitikberatkan pada validasi dan akurasi data balita lintas instansi. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan setiap kebijakan dan intervensi yang dilakukan benar-benar berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Pertemuan yang digelar di ruang rapat Bappeda tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, mulai dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, hingga fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Baca Juga: Apa Itu Penelitian Kualitatif? Cek Definisi Ahli Biar Skripsi Gaspol!

Imelda menegaskan, selama ini tantangan utama dalam penanganan stunting bukan hanya pada program, tetapi juga pada ketepatan data yang digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Kalau datanya belum sepenuhnya akurat, maka intervensi yang dilakukan juga berpotensi tidak tepat sasaran. Karena itu, kita mulai dari pembenahan data,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perbedaan data yang ditemukan saat proses sinkronisasi bukan semata kesalahan, melainkan akibat perbedaan metode pencatatan dan tingkat pembaruan data di masing-masing instansi.

Baca Juga: Mentan Amran Rangkul dan Siapkan Mahasiswa Jadi Penerus Arah Pertanian Nasional

Menurutnya, proses ini akan menjadi titik awal untuk membangun satu basis data terpadu yang bisa digunakan bersama oleh seluruh perangkat daerah.

Pemkot Palu menargetkan proses validasi dan sinkronisasi tersebut rampung dalam waktu satu bulan. Setelah itu, pemerintah akan mengoptimalkan program intervensi, baik melalui peningkatan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, maupun edukasi kepada masyarakat.

Dengan pembenahan dari sisi data, Pemkot berharap penanganan stunting tidak lagi bersifat umum, tetapi lebih spesifik, terukur, dan berdampak langsung pada penurunan angka stunting di Kota Palu. (*)

Baca Juga: BOSDA Sulteng Macet! Sekolah 'Tercekik', SMK Swasta Merana

Editor : Agung Sumandjaya
#SINKRONASI DATA #Stunting #anak #Pemkot Palu