RADAR PALU - Momentum sejarah kembali dihidupkan melalui rekonstruksi Maklumat 6 Mei 1950 di Palu yang digelar di Gedung Juang, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menjadi upaya mengingat kembali peristiwa penting bergabungnya wilayah Kerajaan Palu ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam pelaksanaan rekonstruksi Maklumat 6 Mei 1950 di Palu, komunitas sejarah bersama sejumlah lembaga menghadirkan pembacaan maklumat dan dialog informal untuk memperkuat pemahaman sejarah, khususnya bagi generasi muda.
Koordinator pelaksana kegiatan, Amir H.N. Pakedo, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkembangkan nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
Baca Juga: Soal Sejarah Tugu STQ, DPRD Palu: Itu Ranah Pemerintah
“Tujuan rekonstruksi ini adalah mengingatkan kembali perjuangan masyarakat Palu bersama tokoh adat seperti magau dan cacau dalam mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya bergabung ke NKRI,” ujarnya.
Menurutnya, peristiwa 6 Mei 1950 merupakan salah satu tonggak sejarah penting bagi Kota Palu yang perlu terus diwariskan kepada generasi penerus.
Kegiatan ini melibatkan berbagai komunitas seperti Historia, Fort Kaili Ta, serta Federasi Airsoft, yang turut berpartisipasi dalam menghadirkan suasana rekonstruksi sejarah secara visual dan interaktif.
Baca Juga: Dari Palu untuk Dunia: Cerita Rekonstruksi Pascabencana Dibagikan ke Delegasi Myanmar
Amir menambahkan, gagasan kegiatan ini telah muncul sejak 2016 sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian sejarah lokal yang dinilai mulai terlupakan.
“Ini bagian dari semangat jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Para pendahulu telah berjuang, dan tugas kita menjaga ingatan itu,” tegasnya.
Panitia berharap rekonstruksi Maklumat 6 Mei 1950 di Palu dapat menjadi agenda tahunan yang difasilitasi Pemerintah Kota Palu, sehingga mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya sejarah sebagai identitas daerah.***
Editor : Muhammad Awaludin