RADAR PALU – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palu mencatat lompatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilainya kini mencapai 84,53 dan menempatkan ibu kota Sulawesi Tengah itu di jajaran tiga besar se-Sulawesi.
Capaian ini tidak datang tiba-tiba. Sektor pendidikan menjadi penopang utama, mulai dari peningkatan harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, hingga penurunan angka putus sekolah yang mulai terkendali.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Hardi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan pendekatan berbasis data untuk memastikan setiap kebijakan tepat sasaran.
Baca Juga: HUT ke-131 Poso: Kemiskinan Turun ke 12,90%, IPM Naik Jadi 74,55
“Semua bahan ada di rapor pendidikan. Isinya lengkap, mulai dari literasi, numerasi, survei karakter, lingkungan belajar, hingga kualitas pembelajaran,” jelas Hardi, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, salah satu langkah paling krusial adalah menekan angka putus sekolah melalui pendataan rinci berbasis by name by address hingga tingkat kelurahan. Dengan metode ini, setiap anak yang berisiko putus sekolah dapat terdeteksi lebih cepat.
“Di situ terlihat harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, termasuk anak yang putus sekolah, semuanya kami intervensi,” ujarnya.
Baca Juga: Faktor Ekonomi dan Nikah Dini Picu 4 Ribu Anak Sigi Putus Sekolah
Tak hanya mengandalkan internal, Disdik Kota Palu juga menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memetakan secara akurat anak usia sekolah di seluruh wilayah.
Langkah ini menjadi penting untuk memastikan tidak ada anak yang luput dari sistem pendidikan. Bagi mereka yang tidak melanjutkan sekolah formal, pemerintah tetap menyiapkan jalur alternatif.
Program pendidikan kesetaraan seperti Paket A, B, dan C menjadi solusi agar anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan.
“Ketika kita sudah tahu siapa saja yang putus sekolah, maka kita carikan solusi. Bisa kembali ke sekolah atau lewat pendidikan kesetaraan,” tegas Hardi.
Pendekatan berbasis data yang konsisten ini menjadi fondasi penting di balik capaian IPM Palu. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi, strategi terukur terbukti mampu menjaga kualitas pembangunan manusia tetap berada di jalur positif.***
Editor : Muhammad Awaludin