RADARPALU – Upaya menekan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Lurah Taipa, Mohamad Iqbal, S.Sos, resmi membuka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar dosen Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu, Jumat (24/4/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Kelurahan Taipa ini mengusung tema “Optimalisasi Fungsi Buku KIA melalui Kelas Ibu Hamil Berbasis Komunitas”.
Baca Juga: Dosen Poltekkes Kemenkes Palu Genjot ANC K6, 62 Kader Posyandu Tambarana Ditempa Intensif
Program tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat kelurahan.
Dalam sambutannya, Lurah Taipa mengapresiasi inisiatif akademisi Poltekkes Kemenkes Palu yang dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
“Program seperti ini sangat penting karena kader adalah garda terdepan dalam mendampingi ibu hamil dan keluarga. Kami berharap kegiatan ini memberi dampak nyata bagi peningkatan kesehatan ibu dan anak di Taipa,” ujar Mohamad Iqbal.
Baca Juga: Manchester City Lolos ke Final Piala FA Empat Kali Secara Beruntun, Guardiola: Itu Identitas Kami
Tim pelaksana kegiatan dipimpin oleh Hadina, SST., M.Keb sebagai ketua, bersama anggota Siti Hadijah, SSiT., MPH dan Hadriani, SST., M.Keb.
Kegiatan ini juga melibatkan empat mahasiswa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Peserta yang hadir merupakan kader Posyandu dari berbagai wilayah di Kelurahan Taipa. Peran mereka dinilai strategis dalam mendukung keberhasilan program, terutama dalam pendampingan ibu hamil, ibu nifas, serta keluarga di lingkungan masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, para kader mendapatkan edukasi terkait optimalisasi penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), penguatan kelas ibu hamil berbasis komunitas, hingga strategi deteksi dini risiko kehamilan.
Ketua tim pelaksana, Hadina, SST., M.Keb, menegaskan bahwa Buku KIA memiliki fungsi lebih dari sekadar alat pencatatan.
“Buku KIA juga merupakan media edukasi yang sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang pentingnya kesehatan sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Baca Juga: Beri Kekalahan The Magpies, Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Liga Inggris
Ia berharap kader dapat memanfaatkan Buku KIA secara maksimal sekaligus menjadi motor penggerak kelas ibu hamil di tingkat komunitas.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi serta memberikan respons positif terhadap materi yang disampaikan.
Mereka juga berharap adanya pendampingan lanjutan agar implementasi di lapangan dapat berjalan optimal.
Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah kelurahan, kader kesehatan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.(*)
Editor : Mugni Supardi