RADAR PALU - Pelaku UMKM di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tondo, mengeluhkan proyek drainase yang belum sepenuhnya rampung meski telah dinyatakan selesai.
Pasalnya, saluran drainase masih terbuka tanpa plat penutup.
Pantauan di lokasi, sejumlah pedagang terpaksa membuat jembatan darurat dari kayu agar pelanggan tetap bisa mengakses lapak mereka.
Baca Juga: Waspada PMK! Barantin Perketat Pengiriman Sapi Kurban ke Samarinda hingga Balikpapan
Salah satu pelaku UMKM, Yermince, mengaku sebelumnya ada janji pemasangan penutup drainase di akhir proyek 2025.
Namun hingga kini belum ada realisasi.
“Kayu kami beli sendiri supaya pelanggan bisa masuk,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: Kemenangan Rakyat Loli Oge, Hakim Putuskan Penetapan Tersangka Sembilan Warga Tidak Sah!
Kondisi ini juga dikeluhkan pengunjung yang merasa was-was saat melintas di atas jembatan kayu.
Selain mengganggu aktivitas usaha, drainase terbuka dinilai membahayakan pejalan kaki.
Pelaku UMKM berharap ada kejelasan dari pihak terkait terkait kelanjutan pengerjaan, khususnya pemasangan plat penutup demi keamanan dan kelancaran usaha. (*)
Baca Juga: Anwar Hafid Kunci Program ke Data, Bantuan Tak Boleh Melenceng
*Selengkapnya Baca Koran Harian Radar Palu, Edisi Selasa, 21 April 2026
Editor : Agung Sumandjaya