RADAR PALU - Rencana membuka dua arah di Jembatan I dan Jembatan III Palu memicu perhatian publik. Kebijakan ini dinilai berpotensi mengubah pola lalu lintas sekaligus menggerakkan ekonomi warga di sekitar jalur.
Pembahasan dilakukan dalam rapat koordinasi lintas instansi di Kantor Wali Kota Palu, Kamis (2/4/2026). Namun, penerapannya masih menunggu surat edaran resmi dari wali kota.
Selama ini, kedua jembatan tersebut menggunakan sistem satu arah. Perubahan ke dua arah dinilai akan berdampak langsung pada mobilitas harian masyarakat yang sudah terbiasa dengan pola lama.
Baca Juga: Jembatan I dan III Palu Akan Dua Arah, Masih Dibahas
Dorong Akses, Hidupkan Usaha
Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, menilai kebijakan ini sebagai langkah positif jika diterapkan dengan tepat.
Menurutnya, akses yang lebih terbuka akan memudahkan pergerakan orang dan barang. Dampaknya, pelaku usaha di sepanjang jalur jembatan berpotensi mendapat peningkatan aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Jembatan I dan III Palu Segera Dua Arah, Distribusi BBM Subsidi Diatur
“Kalau diubah jadi dua arah, ini sangat positif. Dampaknya akan terasa bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Tapi Harus Lewat Kajian Matang
Meski mendukung, Rusman mengingatkan agar kebijakan tidak diambil terburu-buru. Perubahan arus lalu lintas dinilai sensitif dan berisiko jika tanpa perencanaan matang.
Ia menekankan pentingnya kajian teknis yang sistematis oleh pemerintah bersama instansi terkait, termasuk analisis dampak kemacetan dan keselamatan pengguna jalan.
“Harus ada kajian menyeluruh agar tidak menimbulkan dampak negatif,” tegasnya.
Warga Tunggu Keputusan Resmi
Di lapangan, wacana ini sudah lebih dulu menyebar dan memicu pro-kontra. Sebagian warga berharap akses lebih mudah, sementara lainnya khawatir potensi kemacetan meningkat.
Keputusan akhir kini berada di tangan Pemerintah Kota Palu. Surat edaran resmi menjadi kunci sebelum perubahan benar-benar diterapkan.
Jika disahkan, kebijakan dua arah di Jembatan I dan III akan jadi perubahan besar bagi wajah lalu lintas Palu. Tantangannya jelas: menjaga kelancaran tanpa mengorbankan keselamatan.***
Editor : Muhammad Awaludin