RADARPALU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palu mencatat sebanyak 131 kasus non kebakaran sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Berdasarkan data rekapitulasi objek non kebakaran tahun 2026, jumlah kejadian pada Januari tercatat 46 kasus, Februari 33 kasus, dan Maret 52 kasus.
Kasus tersebut mencakup berbagai jenis penanganan seperti evakuasi, penanganan hewan, cincin, kunci, hingga kondisi darurat lainnya.
Kabid Penanggulangan dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Palu, Danu Saputra, mengatakan, petugas bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Untuk rescue, kami bergerak setelah menerima telepon dari warga,” ujarnya saat diwawancarai, pada Senin (6/4/2026).
Sebaran penanganan kasus tertinggi tercatat di Kecamatan Mantikulore dengan 52 kasus. Disusul Kecamatan Palu Selatan sebanyak 25 kasus, Tatanga 15 kasus, Palu Barat dan Palu Timur masing-masing 12 kasus, serta Tawaeli 8 kasus. Sementara Kecamatan Ulujadi tercatat 4 kasus.
Baca Juga: Tekan Risiko Kematian Ibu, Poltekkes Palu Dorong Deteksi Dini Lewat GERTAK JANTUNG
Dalam penanganan di lapangan, petugas menggunakan peralatan khusus sesuai kebutuhan.
“Misalnya ada laporan ular masuk ke rumah, kami langsung turun dengan membawa alat penjepit,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap penanganan dilakukan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk dalam proses pengamanan dan tindak lanjut.
"Kalau memungkinkan, ular akan dilepasliarkan kembali. Kalau tidak, biasanya diserahkan ke pihak terkait, terutama untuk yang kecil. Kalau besar dan berbahaya, penanganannya disesuaikan,” kata Danu.(mg2)
Editor : Mugni Supardi