
RADAR PALU – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Palu memperkirakan penataan kawasan Kampung Baru membutuhkan anggaran hingga Rp30 miliar. Program ini akan dikerjakan bertahap, dimulai dari zona prioritas.
Penataan Kampung Baru tidak bisa dilakukan sekaligus. Kompleksitas persoalan di lapangan menjadi tantangan utama, mulai dari status lahan hingga kepadatan permukiman.
Plt Kepala Dinas Perkim Kota Palu, Irvan, mengatakan pihaknya sudah menyusun perencanaan awal melalui pemetaan kawasan.
Baca Juga: Target 80 Persen, Donggala Kodi Mulai Distribusi SPPT PBB 2026 ke RT/RW
“Di sana ada tiga zona, zona 1 sampai 3, karena karakteristiknya berbeda,” ujar Irvan, Rabu (1/4/2026).
Irvan menegaskan, pendekatan ke masyarakat menjadi kunci dalam proses penataan. Pemerintah tidak bisa memaksakan perubahan tanpa persetujuan warga.
“Tidak semudah membalik telapak tangan. Harus bertahap dan melalui pendekatan ke masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Imigrasi Palu Pastikan Paspor Umroh-Haji Tetap Lancar
Selain faktor sosial, persoalan teknis seperti kepemilikan lahan juga menjadi perhatian. Hal ini membuat proses penataan membutuhkan waktu dan perencanaan matang.
Dari tiga zona yang direncanakan, zona satu yang berada di bantaran sungai akan menjadi tahap awal penataan.
Menurut Irvan, tingkat kesediaan warga di zona ini lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.
“Yang dominan bersedia itu zona 1. Makanya kita mulai dari sana dulu, supaya jadi trigger untuk zona lainnya,” katanya.
Soal pembiayaan, Pemkot Palu masih melakukan penghitungan teknis. Namun estimasi awal untuk penataan tiga zona mencapai sekitar Rp30 miliar.
Baca Juga: Pemekaran Vatutela Palu Didukung, Fokus Layanan Dasar
“Kami akan hitung lagi secara teknis. Taksiran untuk zona 1, 2, dan 3 sekitar Rp30 miliar,” ungkap Irvan.
Penataan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki wajah kawasan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga. Di sisi lain, program ini sejalan dengan upaya penataan kota dan pengurangan kawasan kumuh di daerah.***
Editor : Muhammad Awaludin